Advertisement
PEMILU 2019 : Jelang Pileg, PKB DIY Mulai Berburu Caleg
Advertisement
PKB buka peluang caleg dari berbagai kalangan dan agama.
Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah partai politik (Parpol) mulai bersiap menghadapi pemilu legislatif (Pileg) dan pemilu presiden (Pilpres) 2019 mendatang, tak terkencuali Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai yang dikenal sebagai partai ulama kini mulai membuka peluang bagi calon legislatif (caleg) yang bukan beragama Islam, namun dari berbagai kalangan dan agama.
Advertisement
Ketua DPW PKB DIY, Agus Sulistiono keputusan tersebut didasarkan atas pemahaman bahwa PKB merupakan partai plural, sehingga tidak akan memberikan batasan terkait caleg yang diusungnya. Ia mencontohkan beberapa daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua telah ada anggota dewan dari PKB beragama Kristen, Katolik, dan bahkan dari kalangan Tionghoa. Menurutnya selama caleg tersebut masih satu visi dan misi dalam berjuang bersama PKB maka tidak akan dilarang. "Tapi memang ada beberapa persayaratan yang harus dipenuhi, termasuk wajib menjunjung Pancasila sebagai dasar negara," katanya saat acara Launching Pendaftaran Caleg Se-DIY dan Pra Raker Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPW PKB DIY di Sewon, Selasa (16/1/2018).
Sebab menurutnya dalam penjaringan caleg PKB ada tiga kriteria yakni umum, kader NU dan kader PKB. Terkait mahar politik, anggota Komisi Tujuh DPR RI ini menegaskan tidak ada mahar bagi caleg PKB. Meski begitu pihaknya menekankan bagi caleg dibutuhkan dukungan dana sebagai langkah pemenangan. Mustahil menurutnya seorang caleg tidak mengeluarkan dana sepeser pun untuk operasional pemenangan. "Tapi calon kan butuh pembiayaan. Masa ndak dikasih minum snack," tuturnya.
Lebih lanjut Agus menyebut Bantul ditargetkan dapat memulihkan kembali perolehan suara minimal sembilan kursi. Sebab menurutnya sejak 1999 perolehan kursi PKB terus menurun, meskipun mulai meningkat sejak 2014 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuduh AS Tenggelamkan Fregat Dena
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Disnakertrans DIY Perketat Pengawasan THR 2026
- RTH Tegalgendu Jogja Jadi Pionir Pertanian Kota Berbasis Pupuk Organik
- 400 ASN Gunungkidul Pensiun 2026, Dua Kepala Dinas Ikut Purna Tugas
- Disnaker Kulonprogo Buka Posko Aduan THR hingga H+10 Lebaran
- Longsor Jalur Clongop Gunungkidul, Tiga Alat Berat Diterjunkan
Advertisement
Advertisement




