Advertisement
Mahasiswa Korsel Mengakui Susahnya Membuat Kerajinan Serat Alam
Advertisement
Belasan mahasiswa asal Korea Selatan (Korea Selatan) kunjungi Desa Wisata Salamrejo
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Belasan mahasiswa asal Korea Selatan (Korea Selatan) kunjungi Desa Wisata Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Senin (22/1/2018).
Advertisement
Kedatangan mereka tidak lain ialah untuk belajar membuat kerajinan alam dari serat alam. Saat diberikan kesempatan untuk melakukan pembuatan coster alias anyaman dasar sebelum menjadi tas atau vas, mereka merasa kesulitan.
Salah satu Mahasiswa Hanseo University, Seu Woo-Jin mengungkapkan ini adalah pertama kalinya dirinya datang untuk melihat langsung bagaimana kerajinan tangan di buat. Selama ini dirinya hanya melihat kerajinan tangan di pasar.
"Ternyata sangat susah untuk mengerjakannya, bahkan ketika menarik dan memasukkan [menganyam] saya sangat kesulitan," ucap Jin menggunakan Bahasa Inggris.
Bahkan dirinya tidak menyangka pengrajin yang ada telah berumur alias tidak muda. Jin terkesima bagaimana setiap pengrajin lihai dalam menganyam dan membuat pola lingkaran untuk membuat coster.
"Saya paling tidak bisa dalam membuat coster, kalau saya bisa membuat dan sampai menghasilkan kerajinan akan saya bawa pulang, karena tidak diolah dengan mesin," katanya.
Sementara Ketua Pokdarwis Pamungkas Salamrejo, Mujiran mengungkapkan berterimakasih dengan Universitas Kristen Duta Wacana. Dimana mereka dapat membawa 13 mahasiswa asal negeri ginseng untuk belajar di desa wisata yang terkenal akan kerajinan tangannya itu.
"Sangat bagus sekali kita ingin mengetahui sejauh mana wisata kerajinan ini diminati, karena kita tahu bahan baku semakin susah, apakah ini diminati atau tidak," ucapnya.
Mujiran menambahkan sebelum mereka melakukan praktik menganyam, seluruh peserta diperlihatkan bagaimana tahapan prosesnya sebelum menjadi sebuah kerajinan betupa tas, vas, dan lain sebagainya. Adapun dipilih coster karena pembuatan coster dinilai paling mudah dan paling mendasar dari seluruh tahapan yang ada.
"Kerajinan serat alam bambu dan enceng gondok, kami pekernalkan step by step, meminta sedikit praktik kita pilih praktik coster," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Arus Balik Lebaran 2026: 62.527 Kendaraan Padati Tol Cikampek Utama
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Liburan ke Parangtritis & Baron Lebih Murah, Ini Jadwal Bus dari Jogja
- SIM Keliling Sleman Beroperasi Lagi, Cek Jadwal dan Biayanya
- Arus Balik di Terminal Giwangan Jogja Tembus 12.804 Penumpang
- Rute Baru DAMRI Jogja-Semarang PP, Ini Jadwalnya
- Harga Sayur di Beringharjo Jogja Sempat Melonjak Saat Lebaran 2026
Advertisement
Advertisement



