Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Keberadaan embung harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ahmad Erani Yustika meresmikan Embung Batur Agung di Desa Gedangrejo, Karangmojo, Sabtu (27/1/2018). Diharapkan dengan embung ini dapat menciptakan sistem pertanian terpadu yang bisa menyejahterakan masyarakat sekitar.
Menurut dia, pembangunan embung pedesaan yang dilakukan kementerian ada 22 unit dan salah satunya berada di Gunungkidul. Ahmad memuji pembangunan Embung Batur Agung yang dinilai paling baik karena bentuknya disesuaikan dengan kontur tanah di Dusun Karangwetan, Gedangrejo. “Dari 22 unit yang dibangun, ini [Embung Batur Agung] merupakan yang paling bagus karena bentuknya yang berbeda dari yang lain serta memiliki pemandangan alam yang bagus,” katanya kepada wartawan, Sabtu.
Menurut dia, keberadaan embung harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Ahmad juga meminta agar embung tidak digunakan untuk mandi dan memelihara ikan. Fungsi utama embung adalah sebagai lokasi penampungan air untuk saluran irigasi pertanian. Namun, embung juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi wisata dan pengembangan kebun buah.
“Saya sempat berbincang dengan Dinas Pertanian dan Pangan bahwa di sekitar embung masih ada lokasi seluas 50 hektare yang bisa dijadikan kebun buah sehingga itu bisa dikembangkan. Namun pesan saya, jangan sampai embung digunakan untuk mandi dan memelihara ikan karena akan mempercepat kerusakan,” ujarnya.
Ahmad berharap embung dijaga sehingga dapat berfungsi dengan baik serta dapat memberikan kesejahteraan bagi warga sekitar. “Pembangunan embung sebagai salah satu cara dari Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Selain meresmikan Embung Batur Agung, Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan juga meresmikan penggilingan padi berkapasitas satu ton per jam di Desa Jatiayu, Karangmojo. Diharapkan penggilingan ini dapat melayani petani di wilayah Kecamatan Karangmojo yang memiliki luas lahan padi sawah 610 hektare dan luas padi ladang 2.925 ha.
Kepala Desa Gedangrejo Suminto mengaku berterima kasih atas bantuan pembangunan Embung Batur Agung. Menurut dia, embung yang dibangun di Dusun Karangwetan ini menghabiskan biaya sekitar Rp900 juta. “Semua sudah jadi dan siap digunakan untuk mengairi lahan pertanian warga yang luasnya mencapai 15 hektare,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.