56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Ratusan pemandu wisata Gua Pindul yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewa Bejo melakukan unjuk rasa di depan kantor BUMDes Bejiharjo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Ratusan pemandu wisata Gua Pindul yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewa Bejo melakukan unjuk rasa di depan kantor BUMDes Bejiharjo, Kamis (1/2/2018).
Demo dilakukan menuntut agar pengurus BUMDes tidak bermain dan bersikap netral dengan merangkul seluruh operator.
Demo ratusan pemandu ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka berjalan dari lokasi destinasi wisata Goa Pindul menuju kantor BUMDes yang terletak di depan Balai Desa Bejiharjo.
Massa yang bergerak juga membawa boneka pocong, dupa serta fotokopi sertifikat pemandu yang digunakan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan BUMDes yang membiarkan pemandu tak bersertifikat beroperasi di Pindul.
Koordinator aksi yang juga Ketua Pokdarwis Dewa Bejo, Bagya mengatakan, ada beberapa tuntutan yang disuarakan oleh pendemo. Salah satunya meminta agar BUMDes bersikap netral dan ikut bermain dalam penyelenggaraan jasa wisata Pindul.
Menurut dia, bentuk ketidaknetralan ini dapat dilihat dengan adanya pembiaran terhadap beroperasinya pemandu yang tak bersertifikat. Sebagai obyek wisata minat khusus, kata Bagya, pemandu Pindul harus memiliki sertifikat. Namun faktanya, sekarang ada pemandu yang tak memiliki sertifikat tetap beroperasi dan BUMDes terkesan melakukan pembiaran.
“Sikap yang seperti ini tidak bisa kami terima karena terkesan tidak netral dan malah ikut bermain di dalamnya,” ujar Bagya menjawab pertanyaan Harian Jogja, Kamis (1/2/2018).
Menurut dia, sikap seperti ini tidak bisa dibiarkan karena BUMDes seharusnya merangkul semua pihak dengan tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Terlebih lagi dalam proses pencarian sertifikat pemanduan tidaklah mudah karena harus melalui proses yang panjang dengan melibatkan tim dari Kementerian Pairiwisata. “SOP-nya kan sudah jelas. Jadi itu harus dipatuhi,” tegasnya.
Selain meminta ketegasan terkait kepemilikan sertifikat pemanduan, Bagya juga meminta kepada BUMDes agar para perintis wisata Goa Pindul ikut diperhatikan.
Pasalnya selama ini ada kesan ditinggalkan, meski pada prosesnya kelompok perintis memiliki peran yang besar dalam pengembangan Pindul. “Jadi jangan dibiarkan, tapi juga harus ikut diberdayakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.