Advertisement
Setelah Gereja Diserang, Ormas di Jogja Bakal Diundang untuk Dialog
Advertisement
Pemda DIY akan menggelar dialog dengan kalangan ormas.
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan segera menggelar pertemuan dengan organisasi masyarakat (ormas) untuk mencari formula terbaik demi mencegah terulangnya kembali kasus intoleransi. Adapun legislatif menilai, eksekutif perlu melakukan kontrol lingkungan hingga tingkat paling bawah.
Advertisement
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan akan menggelar dialog dengan ormas-ormas pada Rabu (14/2/2018) mendatang. Ia mengaku saat ini materi dialog sedang dipersiapkan. Setelah materi siap, baru dialog dilakukan.
http://m.solopos.com/?p=893587">Baca juga : Penyerangan Gereja Lidwina, Din Syamsuddin Duga Ada yang Main di Belakang
Seperti diketahui, pada Minggu (11/2/2018) lalu, DIY dan Indonesia dikejutkan oleh serangan membabi buta seorang pria bersenjata pedang di Gereja St Lidwina Bedog, Sleman. Akibatnya satu orang pastur, tiga orang jemaat gereja dan satu polisi terluka. Tiga korban, yakni Budijono, Romo Prier dan Yohanes Triyanto hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih. Sementara satu korban lainnya, Martinus Parmadi Subiantara sudah diperbolehkan pulang tak lama seusai kejadian.
Terkait peristiwa tersebut, Komisi A DPRD DIY menyebut Pemda DIY perlu melakukan deteksi dini di tingkat desa dengan melakukan konsolidasi dengan pemimpin setempat, babinsa, babhinkamtibmas dan jagawarga.
http://m.solopos.com/?p=893856">Baca juga : Penyerang Gereja St Lidwina Pernah Aktif di Poso & Berencana ke Suriah
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengungkapkan, berbagai pihak harus melakukan kontrol terhadap lingkungan sekitar. Saat ada sesuatu yang mencurigakan, diharapkan masyarakat bisa segera melaporkannya ke pihak berwenang.
"Aksi ini biadab dan keji. Pelakunya pantas dihukum mati. Karena itu masalah ini harus segera diselesaikan dan ada tindakan pencegahan. Kejadian yang sama tidak boleh terulang. Ini yang terakhir kali," ujar Eko di Gedung DPRD DIY seusai menggelar rapat kerja dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY.
Eko juga menyatakan, Pemda DIY dan DPRD DIY sudah sepakat menggelar Apel Jogja Damai untuk membangkitkan semangat melawan teror. Kegiatan ini akan melibatkan ormas, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Acara akan digelar secepatnya dan hingga kini belum ada tanggal pasti.
http://m.solopos.com/?p=893751">Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : Jangan Sampai Merembet ke Isu Agama
Menurutnya, format Apel Jogja Damai tidak hanya diisi oleh kegiatan baris berbaris, tapi juga ada aksi kebudayaan. Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali masyarakat dari ketakutan. "Karena itu bersama-sama dengan rakyat kami nyatakan Jogja ora wedi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kebijakan WFH Satu Hari Dinilai Belum Berdampak pada Penghematan BBM
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kunjungan di Breksi Diperkirakan Tak Seramai Tahun Lalu
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement



