Modus Penipuan Proyek Koperasi Merah Putih Terungkap di Gunungkidul
Modus penipuan berkedok pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ditemukan di sejumlah kalurahan Gunungkidul. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Warga diminta bijak sikapi informasi dan tak terpengaruh isu yang berkembang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Isu orang gila berkeliaran di tempat ibadah yang berkembang akhir-akhir ini membuat warga resah. Aparat keamanan pun diminta untuk meningkatkan pengamanan guna menghindrkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Salah satu keluhan terkait dengan isu orang gila berkeliaran di tempat ibadah disuarakan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah di Desa Karangmojo, Karangmojo Harun Al Rasyid. Menurut dia, akhir-akhir ini ada isu dan foto terkait dengan orang gila berkeliaran di salah satu masjid di wilayah Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah.
Kondisi ini pun membuat pengurus masjid khawatir, terlebih lagi saat ditanyai orang tersebut marah-marah. Kabar terkini, lanjut dia, orang gila tersebut kabur ke wilayah Gunungkidul. “Saya juga mendapatkan informasi ada orang gila yang berkeliaran di masjid di Kota Wonosari,” katanya kepada wartawan, Jumat (16/2/2018).
Menurut dia, isu ini tidak bisa dibiarkan karena dapat mengancam keselamatan para jemaah maupun tokoh agama. “Isu ini sudah menjadi isu nasional karena ada beberapa tokoh yang diserang. Kondisi ini jelas membuat kami khawatir. Kejadian orang gila menyerang tokoh agama tidak hanya mengancam jiwa, tapi juga kerukunan antar umat di wilayah Gunungkidul,” kata Harun.
Oleh karenanya, ia berharap kepada aparat penegak hukum untuk memeberikan jaminan keamanan dengan meningkatkan patroli keamanan. Kehadiran penegak hukum ditengah masyarakat menjadi sangat penting demi terciptanya kemanan dan ketertiban di masyarakat.
“Untuk menjawab keresahan dan agar ada langkah antisipasi, kami juga telah menggelar diskusi dengan aparat kepolisian dan TNI,” ujarnya.
Komandan Rayon Militer (Koramil) Karangmojo, Kapten Sugiharto mengatakan belakangan ini beredar isu orang gila yang berdatangan ke wilayah Gunungkidul. Isu itu salah satunya beredar melalui pesan di media sosial Whatsapp. “Isu ini jelas meresahkan, tapi kami minta masyarkat menyikapinya dengan bijak,” kata Sugiharto.
Dia pun berharap masyarkaat untuk tidak tersulut isu yang beredar dan menyerahkan semuanya ke aparat yang berwajib. “Biar kami penagak hukum yang menindaklanjuti. Kalau ada hal-hal mencurigakan silahkan laporkan,” ucapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady. Ia pun meminta agar menyikapi setiap informasi yang berkembang dengan dengan bijak sehingga tidak mudah terpengaruh isu-isu yang diembuskan oleh orang tak bertanggung jawab.
“Kita semua ingin situasi keamanan di Gunungkidul kondunsif. Jadi untuk menciptakan hal ini juga butuh partisipasi dari masyarakat,” kata Ahmad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Modus penipuan berkedok pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ditemukan di sejumlah kalurahan Gunungkidul. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Libur sekolah mendongkrak kunjungan wisata Bantul hingga 74.887 orang dalam sepekan. PAD dari retribusi wisata menembus Rp1 miliar dengan pantai selatan.
Cari mobil bekas di bawah Rp100 juta? Ini 8 rekomendasi terbaik dari Honda Brio, Agya, Jazz, hingga Yaris. Simak tips dan pilih mobil idaman Anda!
Persiku Kudus resmi homebase di Stadion Sultan Agung Bantul untuk Championship 2026/2027. Tinggalkan Wergu Wetan, Macan Muria siap berjuang dari Bantul.
Harga telur, ayam potong, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul turun selama program MBG libur. Pedagang menyebut permintaan pasar ikut berkurang.
Google mulai menutup Android! Pengembang custom ROM resah karena kode sumber Pixel di AOSP Android 16 tak lagi dibagikan. Simak dampak dan masa depannya di sini