Harga Beras Anjlok, Pedagang Merugi

26 Februari 2018 18:20 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Akibat Harga beras yang terus menurun, sejumlah pedagang mengalami kerugian

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Akibat Harga beras yang terus menurun, sejumlah pedagang mengalami kerugian. Penurunan harga itu terjadi akibat limpahan beras dari Purworejo dan Bantul yang tengah mengalami panen raya.

Pedagang beras di Pasar Wates, Sri Nahati mengungkapkan penurunan terjadi akibat limpahan beras dari wilayah lain yang sedang panen raya.

"Iya sudah dua minggu mengalami penurunan, turunnya perhari sekitar Rp100," katanya, Minggu (24/2/2018).

Alhasil beras medium yang sebelumnya seharga Rp 11.200 saat ini menjadi Rp9.000. Harga tersebut terpaut Rp450 dari harga eceran tertinggi. Sedangkan untuk beras premium yang sebelumnya dibanderol seharga Rp12.500 saat ini seharga Rp11.000.

"Rata-rata mengalami penurunan sebanyak Rp1.500," jelasnya.

Akibat harga terus menurun, Sri Nahati khawatir dirinya bakal terus merugi akibat harga penjualan yang tidak sebanding dengan pembelian.

"Ini juga mengalami penurunan pembeli sebanyak 25%," jelasnya.

Penjual beras di pasar wates, Titi Suryaningrum mengungkapkan hal serupa. Dimana harga yang terus menurun membuat tokonya mengalami penurunan pembeli. Biasanya dalam sehari tokonya dapat menjual tiga ton beras. Namun karena harga belum stabil, saat ini penjualan perharinya hanya sekitar dua ton kurang.

"Mengalami penurunan sekitar 20% lebih, yang jelas tidak sama perharinya," katanya.

Perihal penurunan ini, Titi mengaku akibat panen raya yang terjadi di beberapa wilayah. Menurutnya pasokan yang berlimpah ini membuat harga beras terus menurun.

"Pasokan beras dimana mana ada. Selain itu  masyarakat juga tidak membeli akibat sawahnya panen," ungkapnya.

Sementara salah satu pembeli beras, Wagirin mengaku senang akibat harga beras telah menurun. Dengan harga Rp9.000 untuk beras medium, dirinya dapat membeli lebih banyak beras akibat beras telah murah.

"Senang karena beras sudah turun lagi, terus bisa dijual lagi" jelasnya

Kendati senang karena dapat memasok lebih banyak beras, Wagirin warga Sekendal, Hargotirto, Kokap itu mengaku khawatir harga beras yang belum stabil.

"Khawatir dan repot, takutnya udah beli banyak malah turun, uangnya ga menutup untuk modal," katanya.