Konten Negatif di Internet Jadi Pemicu Kekerasan Anak

27 Februari 2018 09:55 WIB Sekar Langit Nariswari Bantul Share :

Bantul dinilai sudah darurat kekerasan terhadap anak

Harianjogja.com, BANTUL-Bantul dinilai sudah darurat kekerasan terhadap anak. Hal ini salah satunya disebabkan paparan konten internet yang memuat kekerasan, premanisme, tindak asusila dan pornografi.

Hal itu disampaikan oleh Sri Sulandari, dari LSM Samin Yogyakarta pada acara Gerakan Gadget Aman Dan Ramah Anak berlangsung di Pendopo Parasamya Bantul, Senin (26/2/2018).

Dalam paparannya yang mengambil tajuk Bijak Menggunakan Internet, ia menyampaikan jika kekerasan terhadap anak harus diselesaikan secara berjejaring. "Bukan hanya secara parsial saja," katanya.

Orang tua juga perlu memberikan perlindungan kepada anak dengan kerjasama guru, masyarakat, dan negara.

Di sisi lain, pemerintah juga harus aktif melakukan sosialisasi dan mempromosikan terhadap pencegahan, penegakan hukum dan perlindungan korban. Perkembangan teknologi informasi dan gadget sendiri saat ini sudah tidak lagi bisa dibendung. Nyaris semua informasi tersedia sesuai perkembangan kebutuhan manusia dalam memenuhi dan memudahkan kebutuhan hidupnya.

Hal ini, juga sekaligus membawa kemungkinan buruk. Jika disalahgunakan, tambah Sri, konten yang memuat hal negatif sebagaimana disebutkan di atas bisa memicu perilaku negatif pula.

Ia juga menyebutkan jika saat ini ada 120 anak yang mengalami gangguan akibat terlalu sering mengakses situs negatif di internet dan menjalani rehabilitasi di Panti Dinas sosial DIY.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa dengan perkembangan TI memaksa para orang tua, pendidik untuk bisa pula mengikuti perkembangan tersebut. Beberapa anak banyak yang tidak bisa lepas dari keberaaan gawai elektronik sehingga perlu diarahkan dengan benar.

"Untuk itu perlu komitmen bersama, melakukan suatu upaya nyata dalam memanfaatkan perkembangan TI secara bijak, agar generasi penerus bangsa kita tidak semakin terjerumus pada penggunaan konten negatif yang sangat mudah mereka akses setiap saat dan setiap tempat," ujarnya.

Anak-anak juga harus dididik agar memiliki kecerdasan, mental, spiritual dan sosial.