Sampah Jadi Pemandangan di Embung Tambakboyo

02 Maret 2018 18:20 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Pemandangan di Embung Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok menjadi terganggu sampah

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemandangan di Embung Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok menjadi sedikit terganggu. Pasalnya embung itu kini terdapat berbagai macam jenis sampah yang terapung bertebaran.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Kamis (1/3/2018) berbagai jenis sampah yang didominasi sampah plastik menghiasi tepi embung. Akibatnya, air di embung yang biasa digunakan untuk sarana rekreasi, berolahraga dan memancing warga sekitar itu kini tidak lagi jernih.

Salah seorang warga pendatang asal Malang Jawa Timur yang sudah beberapa tahun terakhir tinggal di sekitar embung, Agam Wijaya turut menyayangkan banyaknya sampah di tempat itu.

Pasalnya di embung yang memiliki luas genangan 7,80 hektare dan volume tampung air sebanyak 400.000 meter kubik itu, kerap ia manfaatkan untuk lari pagi ataupun memancing.

“Ya kalau sampahnya banyak kan pemandangannya jadi tidak bagus lagi. Nanti bisa-bisa kalau sampahnya tambah banyak malah jadi tercemar,” kata dia, Kamis kemarin.

Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, Kepala UPT Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Sri Restuti Nurhidayah mengaku tidak mengetahui secara pasti asal sampah tersebut. Pihaknya berjanji akan melakukan pengecekan ke lokasi terlebih dahulu untuk dapat mengetahui sumber sampah tersebut.

Lebih lanjut terkait dengan kewenangan embung sejatinya bukan berada di pihaknya. "Kalau embung bukan kewenangan DLH soalnya. Kecuali kalau sampanya karena aktifitas depo. Embung kewenangan pengairan merger dengan DPUPKP [Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman]," kata dia.

Sebelumnya Ketua Forum Komunitas Sungai Sleman, AG Irawan mengatakan kesadaran masyarakat untuk menjaga agar sungai dan danau tidak tercemar masih sangat rendah. Hal itu menurutnya dapat dilihat dari masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai atau danau.

"Kesadaran [masyarakat] masih sangat rendah karena sungai masih dipandang sebagai tempat sampah. Apalagi musim banjir seperti ini, lalu ramai-ramai orang membuang sampah ke sungai supaya cepat hanyut. Padahal itu keliru," jelasnya.