Polisi Selidiki Dugaan Penipuan MLM QNET

06 Maret 2018 11:55 WIB Sleman Share :

Puluhan orang diduga menjadi korban penipuan MLM tersebut

Harianjogja.com, SLEMAN-Polda DIY lakukan penyelidikan terkait dengan adanya dugaan penipuan yang dilakukan sebuah multilevel marketing (MLM) QNET. Puluhan orang diduga menjadi korban penipuan MLM tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan terkait adanya dugaan penipuan oleh MLM QNET. Korban diwajibkan menyetorkan sejumlah uang, tetapi tidak menerima keuntungan sesuai kesepakatan. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” kata dia, Senin (5/3/2018).

Polda DIY mendapatkan laporan dugaan penipuan tersebut dari puluhan orang yang merasa menjadi korban penipuan MLM QNET. Mereka mengaku diiming-imingi penghasilan Rp3 juta setiap pekan jika mampu merekrut anggota dan menjual sebuah produk.

Kapolsek Kalasan Kompol Teguh Mulyono mengatakan puluhan pemuda yang diduga menjadi korban penipuan MLM QNET awalnya melapor ke Polsek Kalasan pada Minggu (4/3/2018) siang. Namun puluhan pemuda yang mendiami sebuah rumah kontrakan di Kalasan sejak beberapa bulan terakhir itu kemudian disarankan untuk melapor ke Polda DIY.

Setelah ditelusuri, lokasi yang dijadikan tepat kejadian bukan terjadi di wilayahnya, sehingga diarahkan ke Polda DIY. "Kebanyakan ternyata terjadi di Jogja, mereka di Kalasan hanya tempat tinggalnya saja. Jadi kami fasilitasi ke Polda DIY dan saat ini juga sudah kita fasilitasi ke sana," kata dia.

Salah seorang korban penipuan warga Madura Jawa Timur, Awik, 20, mengaku awalnya tergiur keuntungan jutaan rupiah tiap pekan yang dijanjikan oleh QNET. Awalnya dia diajak kerja, dengan iming-imingi gaji Rp3 juta per pekan. Kerjanya adalah dengan mencari orang untuk ikut MLM, dan jika tidak dapat merekrut orang maka ia tidak digaji.

Untuk dapat ikut MLM, mulanya Awik harus mentransfer uang Rp8,5 juta kepada seseorang yang tinggal di daerah Klaten. Setelah mentransfer sejumlah uang tersebut barulah ia diberi sebuah kaca berbentuk bulat dan tipis berwarna hijau. Kaca itu dipercaya berfungsi untuk pengobatan dan menangkal radiasi dari berbagai macam zat adiktif di tubuh manusia.

Kaca tersebut kemudian ditawarkan ke orang lain, sekaligus membujuk orang terssbut ikut dalam MLM "Jadi kalau dapat satu orang janjinya dikasih Rp500.000, tapi kok ada yang dapat beberapa orang nggak dibayar segitu. Pas tanya ke orang itu, kami dibayar Rp3 juta per pekan kalau dapat lebih banyak orang,” kata dia.