Pemdes Banguntapan Gelontorkan Ratusan Juta untuk Atasi Genangan Air

14 Maret 2018 07:40 WIB Sekar Langit Nariswari Bantul Share :

Titik genangan air muncul saat musim hujan.

Harianjogja.com, BANTUL--Puluhan titik genangan air tersebar di sepanjang sungai wilayah Desa Baturetno, Banguntapan, Bantul. Pemerintah desa menganggarkan pembangunan drainase untuk kebutuhan tersebut dengan nilai Rp166 juta.

Sekretaris Desa, Muhammad Lu’ai Arminanto mengatakan jika titik genangan masih banyak tersebar di wilayahnya. Hal ini cukup mengganggu ketika curah hujan tinggi karena menyebabkan banjir. Selain itu, titik genangan ini juga menyebabkan kerusakan jalan sebagai imbasnya. “Banyak titik yang harus dibangun sistem drainasenya, tahun ini ada yang dianggarkan dengan dana desa,” katanya Selasa (13/3/2018).

Desa ini menerima dana tersebut sebanyak Rp906 juta yang sudah diterima sebanyak Rp181 juta pada tahap pertama. Dari jumlah itu, Muhammad menyebutkan Rp166 juta dianggarkan untuk pembangunan drainase untuk mengurangi titik genangan air tersebut. Selain itu, Rp136 juta dialokasikan untuk pembangunan talut dan bangket di berbagai dusun di desa tersebut. Berbeda dari desa lainnya, ia mengatakan alokasi untuk jalan desa sendiri hanya sebesar Rp60 juta.

Pasalnya, kondisi jalan desa di wilayahnya dianggap sudah cukup baik. Sedangkan persoalan drainase dan kebutuhan talut diakui masih butuh perbaikan. Karena itu, alokasi untuk drainase merupakan hal yang paling menyedot dana dari perencanaan penggunaannya tahun ini. Secara umum, pembangunan infrastruktur masih menyedot dana desa hingga 60% dari keseluruhan, yakni hampir Rp600 juta. Selain berbagai drainase, jalan dan bangunan, pemerintah desa juga menganggarkan sejumlah dana untuk rancangan awal embung baturetno.

Sopi Ariwibowo, Kasie Kesejahteraan Pemdes Baturetno menambahkan jika titik genangan air tersebut merupakan dampak dari meluapnya kali ketika hujan turun selama beberapa jam. Pekan lalu, ia mengatakan jika titik yang termasuk parah ialah RT 9 dan RT 3 Pelem, Kalangan, Wiyoro, Ngipik dan Plakaran. Ketinggian air tersebut bisa mencapai betis orang dewasa dan memenuhi ruas jalan.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan lalu, genangan juga sampai ke permukiman warga. Selain itu, beberapa titik yang disebutkan itu juga terdapat ternak milik warga sehingga kerugiannya lebih besar lagi. Di sisi lain, genangan air di ruas jalan dikatakanya juga menambah dalam lubang di aspal jalanan.

Adapun, alokasi dana desa yang diterima desa yang menjadi pusat Kecamatan Banguntapan ini lebih sedikit dibandingkan 2017. Ada penurunan jumlah penerimaan sekitar Rp40 juta dari sebelumnya Rp944 juta. Hanya saja, Muhammad menyebutkan hal ini tidak menjadi masalah dan pertanda desanya sudah dianggap mandiri.