Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Perubahan dapil menyesuaikan SE dari KPU Pusat.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Potensi perubahan daerah pemilihan (dapil) di Gunungkidul dalam gelaran Pemilu 2019 semakin besar. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran KPU No.18/PP.02.Kpt/03/KPU/2018 tentang Petunjuk Teknis Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi DPRD Kabupaten/Kota Dalam Pemilu.
Di dalam SE itu dijelaskan bahwa penentuan kursi di masing-masing dapil ada ketentuan yang harus dipatuhi. Yakni di setiap dapil maksimal ditetapkan sepuluh kursi dan batas minimalnya enam kursi. Jika mengacu dari aturan ini, maka dari dua opsi yang diusulkan KPU Gunungkidul, opsi B berpeluang besar untuk ditetapkan sebagai dapil Pemilu 2019.
Adapun pertimbangannya, di opsi B hampir sesuai dengan aturan dalam SE karena sebaran kursi di masing-masing dapil antara 8-10 kursi. Sedang untuk opsi A yang merupakan dapil yang digunakan sejak Pemilu 1999 hingga 2014 kurang sesuai. Ini lantaran jumlah maksimal kursi di dapil I yang meliputi Kecamatan Wonosari, Semanu dan Playen ada 12 kursi. Sementara, di dalam edaran tentang penataan dapil maksimal hanya sepuluh kursi.
Ketua KPU Gunungkidul M Zaenuri Ikhsan mengatakan pihaknya sudah menyerahkan usulan penataan dapil Pemilu 2019 ke KPU Pusat. Dalam usulan ini diserahkan dua opsi sebagai bahan pertimbangan untuk penetapan. “Kami tinggal menunggu keputusan dari pusat. Jika melihat dari jadwal, penetapan dapil pemilu paling lambat diumumkan pada 6 April mendatang,” kata Ikhsan Selasa (13/3/2018).
Dia menjelaskan, penetapan dapil pemilu merupakan kewenangan dari KPU Pusat. Namun, jika melihat aturan dari SE KPU No.18/PP.02.Kpt/03/KPU/2018 potensi perubahan dapil sangat besar. Adanya SE itu, lanjut Ikhsan, saat pengajuan usulan penataan dapil terdapat perubahan, yakni opsi B menjadi prioritas utama. Sedang opsi A menjadi pilihan alternatif.
“Opsi ditempatkan di atas karena sesuai dengan aturan SE yang menginstruksikan kursi di masing-masing dapil sedikitnya enam kursi dan paling banyak sepuluh kursi,” kata dia.
Opsi Penataan Dapil yang diusulkan KPU Gunungkidul
Opsi A
Dapil Kecamatan Jumlah Kursi Harga Kursi
I Semanu, Playen, Wonosari 12 16.954 suara
II Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen 9 15.703 suara
III Semin, Karangmojo, Ponjong 10 16.833 suara
IV Tepus, Rongkop, Girisubo, Tanjungsari 7 17.367 suara
V Saptosari, Panggang, Purwosari, Paliyan 7 17.329 suara
Opsi B
Dapil Kecamatan Jumlah Kursi Harga Kursi
I Wonosari, Playen 9 16.222 suara
II Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen 8 17.668 suara
III Semin, Karangmojo, Ponjong 10 16.833 suara
IV Semanu, Rongkop, Girisubo, Tepus 9 16.672 suara
V Panggang, Paliyan, Saptosari, Purwosari, Tanjungsari 9 16.697 suara
Sumber: KPU Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Jogja Photo Art Experience menghadirkan 168 karya dari 45 pameris dalam tujuh ruang instalasi seni di Jogja City Mall hingga 31 Desember 2026.
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
Simak cara cek tilang ETLE secara online, konfirmasi pelanggaran, mengajukan sanggahan, hingga membayar denda melalui BRIVA.
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.