Gara-Gara Bandara, DIY Hanya Sumbang 1% Kedatangan Wisman

15 Maret 2018 11:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika Sleman Share :

DIY hanya menyumbang 1% kedatangan wisman dari data nasional.

Harianjogja.com, SLEMAN--DIY yang kerap disebut-sebut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia ternyata hanya berkontribusi 1% saja terhadap kedatangan wisatawan asing (wisman) selama 2017. Pada 2019, Pemerintah Pusat menargetkan 800.000 wisman masuk melalui Bumi Mataram.

Namun, Pemda DIY pesimistis target bisa dipenuhi. Menteri Pariwisata DIY Arief Yahya menyebut, pada 2017 lalu, ada 14,04 juta wisman yang mengunjungi Indonesia. Namun, daerah yang menjadi pintu masuk wisman tidak merata. “Termasuk DIY yang hebat ini, kontribusinya hanya satu persen. Kamu pasti surprise. Hanya sekitar 125.000 wisman yang direct flight ke DIY,” ucapnya di Hotel Alana, Rabu (14/3/2018).

Penyebab semua itu, lanjut Arief adalah karena DIY belum memiliki Bandar udara yang mumpuni. Ketika hendak ke Bumi Mataram dirinya mengaku mesti berkeliling selama 30 menit sebelum bisa mendarat di runway. Oleh karena itulah, Pemerintah memutuskan membangun New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo, yang  salah satu tujuannya adalah menjadi pintu masuk bagi wisman yang ingin berkunjung ke seluruh destinasi wisata di wilayah Badan Otorita Pariwisata Borobudur (BOB).

Sebagai informasi, BOB adalah pengelola kawasan pariwisata di tiga destinasi pariwisata nasional meliputi Solo-Sangiran dan sekitarnya, Semarang-Karimun Jawa dan sekitarnya, serta Borobudur-DIY dan sekitarnya. Pada 2019, Pemerintah Pusat menargetkan BOB bisa mendatangkan 2 juta wisatawan. “Nanti kami buat jalan dari NYIA ke destinasi BOB, lalu ke Borobudurnya akan ada jalan tembus. Kami akan bangun infrastrukturnya. Indonesia kalau mau itu gampang, [karena] atraksinya bagus, aksesnya kita yang lemah.”

Ia menyebut, BOB adalah salah satu dari destinasi yang tengah dikembangkan jadi “Bali Baru”. Diharapkan dengan adanya destinasi unggulan baru, maka investasi tidak berpusat hanya di Bali saja. “Kalau di sini ada dua juta wisman, itu berarti sekitar satu orang wisman dianggap 1.000 USD, jadi akan ada dua miliar USD. [artinya] Ada Rp26 triliun uang yang beredar di DIY dan sekitarnya per tahun.”

Investor yang hendak menanam modal di BOB, imbuhnya, tak perlu khawatir, sebab Kementerian Pariwisata menjamin tidak akan ada isu clean dan clear tanah di lokasi BOB. Dirinya menjamin semua perizinan akan cepat selesai karena sudah melalui Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta menerangkan, keterbatasan panjang landasan di Bandara Internasional Adisutjipto adalah salah satu alasan kenapa belum banyak turis asing yang datang secara langsung ke Bumi Mataram. Yang baru datang langsung hanya dari Malaysia dan Singapura.

Ia menyebut, pada 2019, Pemerintah Pusat memberi target DIY untuk mendatangkan wisman sebanyak 800.000 orang. “Kalau 800.000 itu bukan direct flight saya kira bisa. Kami optimistis. Kalau direct memang masih berat karena NYIA belum operasional sepenuhnya [NYIA mulai beroperasi secara terbatas pada April 2019].”

Virus-free. www.avg.com