Harga Salak Kembali Anjlok, Rp1.500 Per Kg

15 Maret 2018 19:55 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Selama beberapa pekan terakhir harga salak mengalami penurunan drastis

Harianjogja.com, SLEMAN—Selama beberapa pekan terakhir harga salak mengalami penurunan drastis. Untuk jenis salak pondoh super harga per kilogram (kg) dari petani hanya berkisar Rp1.500 hingga Rp2.000.

Ketua Ketua Kelompok Petani Salak Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Suharno mengatakan sudah sejak beberapa pekan terakhir harga salak turun drastis.

Setelah sebelumnya masih berkisar Rp3.000 per kg, sekarang turun separuh harga. “Terakhir saya panen pekan lalu dapat dua kwintal dijual cuma laku Rp1.500 [per kg],” kata dia, Kamis (15/3/2018).

Harga tersebut merupakan harga jual dari petani kepada tengkulak yang biasa mengambil langsung salak dari petani. Sedangkan di tingkat pengecer harganya masih berkisar Rp5.000 hingga Rp7.000 per kilogram.

Suharno memperkirakan turunnya harga salak di tingkat petani ini tidak lepas dari buah jenis lain yang juga memasuki masa penen. Hal itu membuat buah yang ada di pasaran lebih beraneka ragam, sehingga akhirnya konsumen memiliki pilihan lain untuk membeli buah selain salak.

Lanjutnya lagi, dengan rendahnya harga jual dari petani ke tengkulak itu sangat merugikan bagi para petani. Namun demikian mau tidak mau mereka harus menjual salak meskipun dengan harga rendah. Menurut Suharno, dari ada salak membusuk lebih baik dijual dengan harga berapapun.

Di sisi lain, dengan sering menurunnya harga salak jenis pondok super itu kini petani sudah mulai banyak yang beralih menanam jenis lain. Petani mulai menanam salak jenis gading yang harganya masih lebih tingggi. “Kalau salak gading harganya stabil di kisaran Rp6.000 sampai Rp7.000 per kg,” kata dia.