Sesosok Mayat Ditemukan di Alas Jati Nglipar

17 Maret 2018 12:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Mayat tersebut diyakini merupakan Parsi yang dikabarkan menghilang empat hari sebelumnya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sesosok mayat ditemukan di kebun pohon jati milik warga Kwarsan Wetan, Desa Kedungkeris, Nglipar, Sabtu, (17/3/2018) sekitar pukul 07.00 WIB oleh warga sekitar.

Kapolsek Nglipar AKP Kasiwon membenarkan adanya penemuan mayat itu. “Setelah mendapatkan laporan, kami datang ke lokasi kejadian bersama dengan tim medis. Dilanjutkan olah TKP dan mengevakuasi mayat,” jelasnya, Sabtu (17/3/2018).

Dia meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian jika kehilangan anggota keluarga atau kerabat. Pasalnya saat ditemukan mayat tersebut tanpa membawa identitas. Adapun ciri-ciri mayat antara lain berjenis kelamin laki-laki mengenakan kaus berwarna biru. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan akan mendalami apakah ada unsur pidananya.

Sementara itu keluarga, Parsi, 65, yang dinyatakan hilang sejak hari Selasa, (13/3/2018) meyakini mayat yang ditemukan tersebut adalah Parsi anggota keluarganya. Hal itu disampaikan Ketua RT05, RW02, Kwarasan Tengah, Kedungkeris, Nglipar, yang juga masih saudara korban, Bagong Hermanto. Dari ciri-ciri yang dilihat sudah dapat dipastikan.

“Kalau dilihat dari cirinya, kaus, sandal, lalu bawa sabit juga, sudah dapat dipastikan itu Mbah Parsi, yang dicari beberapa hari belakangan ini. Malam hari itu ada warga yang mencium bau busuk, lalu melapor ke Dukuh Kwarasan Wetan, Dalsudi, setelah dicek dengan tetangganya Sigit di pagi harinya, ternyata ada mayat itu,” katanya saat ditemui di rumah duka.

Sebelumnya, Parsi tidak diketahui keberadaannya setelah berpamitan mencari rumput untuk pakan ternak ke hutan. Pencarian selama empat hari difokuskan ke hutan tujuan Parsi, tetapi tidak juga membuahkan hasil. Ternyata Parsi ditemukan sekitar 300 meter sebelum hutan tujuannya itu.

“Kemarin pencarian difokuskan ke hutannya ternyata malah ditemukan di jalan sebelum ke hutan. Padahal biasanya juga tidak melintasi jalan tersebut jika ke hutan. Belum tahu juga meninggalnya kenapa, karena memang tidak ada sakit parah sebelumnya. Nanti langsung dimakamkan juga setelah datang dari Rumah Sakit, dibawa ke rumah duka sebentar saja,” ujar Bagong.