Area Titik Nol Kilometer Mulai Dibongkar

18 Maret 2018 08:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Proyek pengerjaan sisi barat Malioboro hampir sama dengan sisi timur

Harianjogja.com, JOGJA-Penataan sisi barat Malioboro juga mencakup area Titik Nol Kilometer. Para pekerja masih melakukan pembongkaran selasar depan bank BNI sampai depan gedung eks KONI DIY.

Manajer PT. F Sukri Balak, kontraktor penataan sisi barat Malioboro, Eri Purnomo menjelaskan, pekerja langsung mengecor bagian yang sudah dibongkar. "Setelah dicor dasar, kami akan langsung melakukan pengecoran untuk beton induknya pada Senin, pekan depan," jelas dia ketika dihubungi Harianjogja.com, Sabtu (17/3/2018).

Sejauh ini diakuinya tidak ada hambatan berarti selama proses pengerjaan. Hanya proses pembongkaran perlu dilakukan ekstra hati-hati mengingat banyak kabel di dalam tanah, seperti kabel jaringan telepon hingga pipa PDAM. Para pekerja di kawasan Titik Nol Kilometer sempat menggali saluran air secara manual karena adanya hambatan tersebut. “Yang tidak bisa ditembus alat berat terpaksa manual, tapi yang penting selesai sesuai jadwal,” ucap Eri.

Sebelumnya, Eri mengatakan proyek pengerjaan sisi barat Malioboro hampir sama dengan sisi timur. Meski sisi barat lebih luas, tetapi untuk masa kontraknya sama, yakni kurang dari 10 bulan. Untuk menyiasatinya, ia menambah banyak pekerja dan proses pengerjaan dilakukan oleh tiga grup paralel mulai dari sisi utara Malioboro sampai Jalan Pangurakan.

http://m.harianjogja.com/?p=903663">Baca juga : Pengerjaan Fisik Sisi Barat Malioboro Diklaim Lebih Cepat

Selain itu, sistem on-off diterapkan untuk PKL pada zonasi pekerjaan. Sementara untuk toko-toko tetap bisa berjualan dengan meminimalkan gangguan proyek. Eri menyatakan, proses pembongkaran dilaksanakan siang hari, sementara pengecoran konstruksi beton dilaksanakan malam hari. Adapun pengecoran teraso dilaksanakan siang malam.

Perlaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Muhammad Mansyur menyatakan, masing-masing grup atau tim akan bekerja sesuai jadwal yang sudah didepakati. Jika ada kendala di lapangan sehingga bisa meleset dari jadwal maka akan didiskusikan untuk menyepakati jadwal.

Khusus untuk PKL, libur sementara jika bagian lapaknya terkena dampak dan kembali berjualan setelah pekerjaan selesai (on-off). “PKL yang libur hanya yang terdampak saat penataan yang dimulai dari sisi utara. Jadi kami gunakan sistem on-off atau saling geser, kapan kami kerja, kapan PKL libur. Sistem tersebut terpaksa dilakukan karena Pemda DIY belum bisa menyediakan tempat relokasi,” kata Mansyur.