Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026, Cek Lengkap
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Pilpres 2019 bisa jadi ladang potensial penyalahgunaan data pribadi dan penyebaran kabar hoaks.
Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah akademisi menilai dugaan keterlibatan media sosial kawakan Facebook memenangkan Trump berpotensi terjadi di Indonesia dalam Pilpres 2019 mendatang.
Pengamat Komunikasi Politik UPN Veteran Jogja Ludiro Madu mengatakan skandal Facebook memenangkan Trump bisa saja terjadi di Indonesia dalam Pilpres 2019 mendatang. Ia menempatkan Facebook dalam konteks sebagai perusahaan media. Kenyataan itu tanpa disadari sebenarnya sudah terjadi pada Pilpres 2014 silam, karena hanya dua kontestan, maka media juga turut terpecah soal dukungan.
"Memungkinkan, karena perusahaan terutama pemiliknya kan mempunyai preferensi politik tertentu, terhadap calon presiden, bisa saja itu terjadi," kata Dosen Hubungan Internasional ini, Rabu (21/3/2018).
Apalagi, perusahaan diberikan ruang untuk memberikan bantuan kampanye kepada calon. Bahkan pemilik perusahaan biasanya berdiri di dua kaki calon terkuat. Di satu sisi memberikan bantuan dana kepada calon A namun di sisi lain memberikan bantuan bentuk suara ke calon B. Strategi itu sebagai salah satu investasi politik bagi pelaku usaha tak terkecuali pengusaha media.
"Tetapi untuk menentukan bahwa perusahaan A mendukung calon tertentu perlu pengkajian lebih lanjut. Tetapi kalau memungkinkan atau tidak, saya kira mungkin saja," kata dia.
Ia sepakat independensi media dalam perpolitikan tidak hanya berlaku pada media mainstream, namun juga media online dan medsos.
Pakar Teknologi Informasi UII Fathul Wahid menilai memang cukup sulit memprediksikan kemungkinan kasus skandal Facebook dalam Pilpres AS terjadi di Indonesia. Mengingat peta dan karakter penggunaan FB antara di Amerika dan di Indonesia berbeda. "Kalau terkait FB, agak sulit menjawabnya. Bisa jadi peta penggunaan Amerika dan Indonesia beda," ujarnya.
Akan tetapi fenomena ruang gema atau dikenal dengan istilah echo chamber jelas sangat terjadi di Indonesia. Di mana, seorang pengguna Facebook akan cenderung bergabung atau berkomentar pada pengguna lain yang seide saja. Bahkan fenomena melakukan unfriend pada pertemanan Facebook menjadi hal biasa yang sering terjadi jika tidak seide.
"Fenomena kamar gema atau echo chamber ini ada, ketika orang cenderung bergabung dengan kelompok yang seide saja, bisa jadi menjadi fenomena umum. Di FB ini terjadi, misal kita hanya membaca berita yang dibagi oleh kawan yang seide dengan kita. Bahkan melakukan unfriend kawan yang tidak seide," ungkap dia.
Jelang pilpres 2019, ia memprediksi penggunaan media sosial semakin marak, terutama di kota-kota dengan penetrasi pengguna media sosial yang tinggi. Produksi hoaks juga diprediksi akan terus meningkat terutama untuk kepentingan politik. Ia menegaskan produksi hoaks tersebut sangat memungkinkan dipakai untuk kepentingan politik seperti Pilpres 2019. Mengingat melihat perkembangan saat ini, konten yang dibuat pengguna sosial media semakin banyak. Padahal tidak ada seorangpun yang dapat mengendalikan penggunaan medsos itu dengan sempurna, kecuali pada saringan personal.
"Ini yang menjadi pekerjaan rumah bersama, bagaimana kita bisa mengedukasi publik untuk tidak menjadi produsen, penyebar, dan korban hoaks," tegasnya.
Ia mengatakan, edukasi publik dan penegakan hukum yang adil harus dilakukan. Karena banyak yang menjadi penyebar hoaks, misal karena miskin pengetahuan dan tidak dapat berpikir mandiri. Kenyataan itu bisa dimanfaatkan pada produsen hoaks, untuk mengarahkan berita bohong yang sering dibaca akan lebih mudah dianggap sebagai kebenaran, ketimbang berita benar yang hanya kita baca sesekali.
Padahal kapasitas aparat dalam memantau tentu masih terbatas, sehingga diperlukan teknologi yang dapat membantu. Oleh karena itu, jika ditemukan penyebaran hoaks, siapapun orangnya harus diproses. "Pemerintah juga bisa menjadi aktor penyebar hoaks loh ketika memberikan informasi yang tidak transparan ke publik," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Kemenbud menargetkan pembangunan Museum Syekh Yusuf Al-Makassari di Cape Town, Afrika Selatan, dimulai 2027 dengan anggaran Rp62 miliar.
Daftar 5 merek pakan premium kucing, dari Royal Canin, Purina Pro Plan, Hill's Science Diet, Orijen hingga Evocat.
Es tape Rubingin di Buk Begal Panjatan, Kulonprogo, telah berjualan sejak 1975 dan kini mampu menjual sekitar 400 gelas sehari.
Kualitas udara Jakarta masuk tiga terburuk di dunia dengan AQI 158 pada Minggu pagi. Walhi menilai polusi terjadi akibat kegagalan struktural.
Aktor China Cheng Lei menyebut setiap karakter memiliki tantangan berbeda, dari adegan kungfu hingga pendalaman emosi dalam kisah romantis.