P3I Kecam Promosi Vape Libatkan Anak, Desak Penegakan Hukum
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Ilustrasi UNBK./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA - Disdikpora DIY belum menemukan kendala teknis yang berarti dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA. UNBK 2018 bahkan dinilai lebih kondusif serta banyak diuntungkan baik dari sisi siswa maupun sekokah.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pelaksanaan UNBK SMA yang sudah berjalan dua hari relatif lancar. DIY bahkan mendapatkan apresiasi dari Inspektorat Jenderal Kemendikbud saat melakukan kunjungan terkait kelancaran pelaksanaan UNBK 100%.
Baskara Aji mengidentifikasi banyaknya manfaat positif dengan melaksanakan ujian dengan komputer. Antara lain, tidak ada isu kebocoran soal seperti yang terjadi saat UN dengan kertas. Begitu juga dengan guru tidak harus berangkat pagi buta untuk menjemput soal melalui rayon seperti pada saat UN basis kertas Tetapi saat ini bisa berangkat relatif seperti hari-hari biasa.
"Sekarang datang ke sekolah tinggal nyalakan komputer saja, kalau dulu kan harus membagi soal, mengambil ke pokja pagi-pagi," ungkapnya, Selasa (10/4/2018).
Ia menambahkan, penggunaan komputer untuk ujian membuat pelaksanaan UNBK menjadi lebih kondusif dan nyaman. Karena para siswa juga merasa enjoy menggunakan peralatan tersebut. Ia meyakini jika peserta mengerjakan soal dengan nyaman maka ada kemungkinan hasilnya lebih baik. "Dengan kondisi yang sudah mapan seperti saat ini harapan saya, ya, lebih baik hasilnya," ujarnya.
Oleh karena itu jika ada sekolah yang masih menumpang, sebaiknya mengupayakan pengadaan komputer. Karena keberadaan komputer di setiap sekolah memiliki manfaat yang besar, tidak sekedar untuk UNBK namun juga dapat dimanfaatkan ulangan harian. Namun Aji menegaskan, jika sekolah belum memiliki kemampuan untuk pengadaan, sebaiknya jangan dipaksakan.
Begitu juga kepemilikan genset yang dapat digunakan untuk mendukung kelancaran listrik. SMK menurut Aji sebaiknya memiliki genset, karena dalam praktik butuh dukungan listrik secara khusus.
Namun hal itu juga tidam harus dipaksakan jika belum memiliki anggara. Apalagi, jika listrik tiba-tiba mati, masih diberikan kesempatan mengikuti UN sesi ketiga bahkan keempat.
"Sebagian besar cuma dua sesi, masih ada sesi ketiga bahkan kalau dipaksakan bisa keempat. Sehingga kalau listrik matinya lama ya bisa mengikuti di sesi keempat. Kecuali kalau matinya seharian penuh akan diikutsertakan UN Susulan," jelasnya.
Pelaksanaan UNBK SMA selama dua hari dilaporkan keseluruhan masuk sehingga belum ada laporan kemungkinan akan mengikuti UNBK Susulan. Namun pihaknya terus berupaya melakukan klarifikasi ke sekolah untuk mendapatkan data yang detail supaya tidak ada yang tercecer.
Terkait adanya satu siswa di SMA 1 Godean yang tidak masuk karena keluar dari sekolah alias putus sekolah, maka tidak diperbolehkan mengikuti UN Susulan. Karena tidak memberikan alasan yang jelas terkait ketidahadiran. "Kecuali kalau dia menyusuli sebelum pelaksanaan ujian itu boleh. Tetapi prinsipnya, semua yang tidak ikut kalau ingin ikut, kami akan fasilitasi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Manchester United mengumumkan rekap transfer musim panas 2026. Enam pemain baru direkrut, sementara 12 pemain meninggalkan Old Trafford.
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Kementerian PU menangani 492 titik kekeringan di Indonesia, menyediakan air bersih bagi 155.228 jiwa dan menyelamatkan 22.210 hektare sawah.