Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Gua Selarong, Bantul./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pariwisata Bantul terus menata Gua Selarong agar objek wisata di wilayah Pajangan, Bantul ini lebih menarik bagi wistawan untuk bekunjung. Tahun ini, rencananya Gua Selarong akan dilengkapi dengan diorama dan taman di sekitar pintu masuk.
"Anggarannya sudah ada Rp600 juta dari APBD untuk membuat diorama dan taman," kata Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Bidang Objek Daya Tarik Wisata, Dinas Pariwisata Bantul, Nyono, Senin (16/4/2018).
Diorama itu nantinya menampilkan sejumlah adegan yang menggambarkan perjuangan Pangeran Diponegoro di Gua Selarong. Gua ini merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda.
Nyono mengatakan wisatawan yang berkunjung ke Gua Selarong masih didominasi wisatawan lokal, terutama para pelajar. Harapannya dengan adanya diorama, para pengunjung mendapat pengetahuan yang lebih terkait sejarah Gua Selarong yang sempat menjadi markas Pangeran Diponegoro tersebut.
Selain membuat diorama dan taman, Dinas Pariwisata juga akan memperbaiki infrastruktur pendukung, di antaranya pelebaran jalan, pelebaran lahan parkir, tangga menuju gua, gardu pandang, arena outbound, serta perbaikan tebing yang longsor beberapa waktu lalu. Namun perbaikan tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sementara pemasukan daerah dari tiket masuk selama ini baru menyumbang sekitar Rp120 juta per tahun.
Dinas Pariwisata sudah mengajukan anggaran penataan melalui Kementerian Pariwisata sebesar Rp5 miliar dan dana keistimewaan sebesar Rp11 miliar. Nyono berharap pengajuan anggaran tersebut dapat disetujui untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Gua Selarong.
Dinas juga berharap investor bisa masuk membangun sarana hiburan di sekitar lokasi Gua Selarong. "Karena kalau mengandalkan dana APBD tidak memungkinkan. Solusinya adalah menggaet para investor," kata Nyono.
Ia mengklaim kawasan wisata Gua Selarong akan berkembang setelah perbaikan infrastruktur selesai, terlebih di samping Gua Selarong juga bakal dibangun kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Koordinator Unit Pelayanan Kerja Objek Wisata Gua Selarong, Kuswanta mengatakan lahan sekitar 1,5 hektare di kawasan Gua Selarong sebagian besar milik warga. Hanya ada beberapa ratus meter milik Pemerintah Kabupaten Bantul dan kas desa Guwosari.
Menurut dia, butuh pembebasan lahan agar pengembangan kawasan wisata sejarah itu leluasa. Namun biaya pembebasan lahan juga tidak mudah, karena harga tanah di sekitar gua sekitar Rp1,5 jutaan.
Kaswanta berpendapat jika investor yang akan berinvestasi di sekitar Gua Selarong paling potensial adalah arena hiburan bagi anak-anak. "Misalnya kolam renang, saya kira bagus," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
PSIM Jogja membidik tiga poin saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC untuk mengakhiri lima kekalahan beruntun dan keluar dari zona degradasi.
Alex Marquez meminta jumlah sprint race MotoGP dikurangi menjadi enam atau tujuh kali per musim demi menjaga keselamatan dan karier pebalap muda.
Hiswana Migas dan Pertamina memastikan stok BBM DIY aman hingga akhir 2026, meski antrean SPBU meningkat akibat pergeseran konsumsi.
Honda Bikers Day 2026 menyapa tiga pulau, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, sebelum puncak acara di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 24 Oktober 2026.
Jadwal bola 23-24 Oktober 2026 menghadirkan Persipura, Al Nassr, Al Hilal, serta laga Eropa. Cek jam kick-off dan informasi siaran.