Rekor Senam Penthul Tembem Jadi Awal Sports Tourism Gunungkidul
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bakal melakukan kajian untuk pengembangan sports tourism dengan potensi dimiliki.
Dua penari tayub menari saat merti Dusun Sendang Suro Sentiko di Dusun Saradan, Terong, Kecamatan Dlingo, Senin (16/4/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Ratusan warga ikut memeriahkan acara merti dusun Sendang Suro Sentiko, Dusun Saradan, Desa Terong, Dlingo, Senin (16/4/2018). Kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun ini bertujuan untuk melestarikan sumber mata air di wilayah tersebut.
Acara diawali dengan kirab budaya mengarak gunungan dari balai dusun menuju ke lokasi sendang Suro Sentiko. Setelah acara kirab selesai dilanjutkan dengan pentas seni tayub. Di sela-sela pementasan, warga silih berganti menemui tetua dusun di sebuah pelataran yang berada di sisi selatan sendang. Mereka menyerahkan uang secara sukarela. Sebagai gantinya, warga mendapatkan sebuah bungkusan berisi bedak yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit hingga dapat mengabulkan seluruh permintaan yang diminta.
Ketua panitia merti dusun Sendang Suro Sentiko Lanjar Nurhadi mengatakan merti dusun Sendang Suro Sentiko merupakan tradisi turun temurun yang dilaksankaan sejak ratusan tahun yang lalu. Inti dari kegiatan ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan dengan merti dusun dapat melestarikan sumber mata air di sendang.
“Kami bersyukur karena air di sendang tidak pernah kering. Hingga saat ini, air dari Sendang Suro Sentiko dimanfaatkan untuk 100 kepala keluarga di Dusun Saradan,” kata Lanjar kepada wartawan, Senin.
Merti dusun diisi dengan beberapa kegiatan seperti bersih desa, pawai budaya, pentas seni tayub, pementasan wayang cakruk dan pengajian. Untuk menjaga kelestarian sumber air di sendang, setiap tahun warga membersihkan sendang sebanyak dua kali.
Seorang warga Saradan, Desa Terong, Isdi mengatakan acara merti dusun menarik minat banyak warga. Pasalnya, setiap kegiatan merti dusun banyak warga yang merantau di luar daerah pulang kampung untuk berpartisipasi dalam kegiatan trsebut.
Menurut dia, pentas seni tayub kegiatan yang wajib dan hingga sekarang kesenian tersebut terus digelar dalam merti dusun. “Belum pernah absen dan pentas tayub terus digelar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bakal melakukan kajian untuk pengembangan sports tourism dengan potensi dimiliki.
Kontroversi halftime show final Piala Dunia 2026! Jeda 20-30 menit, melanggar aturan IFAB. BTS, Shakira, Madonna tampil gratis demi amal. Simak selengkapnya.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Preneur Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman saat ini masih berorientasi pada produksi.
GKJ Wonocatur Bantul menahbiskan Andreas Kurnianto sebagai pendeta baru. Momentum ini diharapkan memperkuat pelayanan gereja, toleransi, dan kerukunan antarumat
Pendaftaran Magang Nasional 2026 resmi dibuka hingga 28 Juli. Simak syarat, cara daftar, dokumen yang wajib disiapkan, jadwal seleksi, dan estimasi gaji peserta
8 juta tanda tangan tuntut Argentina didiskualifikasi Piala Dunia 2026. Tudingan wasit & FIFA berpihak ke Messi memanas setelah kemenangan kontroversial lawan M