Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Panuti menunjukkan pohon kakao yang sudah tumbuh di Desa Terong, Dlingo, Minggu (2/4/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) menetapkan tiga desa di Kecamatan Dlingo sebagai sentra produksi kakao di Bantul. Penanaman sudah dimulai sejak 2016 lalu dengan menanam 50.000 bibit kakao dan diharapkan di 2019 mendatang sudah mulai berbuah.
Ketiga wilayah yang direncanakan sebagai sentra kakao meliputi Desa Muntuk, Mangunan dan Terong. Kepala DP2KP Bantul Pulung Haryadi mengatakan untuk saat ini proses budi daya kakao di tiga desa masih dalam pemeliharaan dengan melibatkan masyarakat setempat. Menurut dia, upaya dalam membentuk sentra kakao di Kecamatan Dlingo tidak hanya memberikan bantuan benih. Namun juga proses pendampingan dalam proses budi daya.
“Untuk pendampingan sudah dilakukan baik melalui pendamping lapangan maupun petugas yang dimiliki oleh dinas sehingga budi daya berjalan dengan baik,” kata Pulung, Rabu (18/4/2018).
Dia mengungkapkan proses perkembangan tanaman kakao berjalan dengan baik. Ditargetkan tahun depan puluhan ribu tanaman tersebut sudah bisa berbuah dan diproduksi untuk pembuatan cokelat.
“Memang ada serangan hama, tetapi dengan pendampingan yang intensif bisa ditangani dengan baik,” katanya.
Dijelaskan Pulung, penetapan tiga desa sebagai sentra kakao bertujuan untuk menunjang sektor pariwisata di kawasan Mangunan yang berkembang dengan pesat. Selain itu, dari sisi geografis ketiga kawasan juga sangat cocok untuk pengembangan budi daya cokelat. “Jadi kalau sudah berproduksi bisa menambah alternatif lain setelah keberadaan kebun buah di kawasan Mangunan,” ucapnya.
Guna menunjang program budi daya kakao, Pulung mengaku sudah berencana mendirikan dua rumah produksi cokelat. Hanya, untuk pendirian masih menunggu proses tanaman kakao berbuah. “Mudah-mudahan di tahun depan sudah bisa dianggarkan karena diperkirakan kakao yang ditanam sudah mulai berbuah,” katanya.
Kepala Bagian Pelayanan Desa Terong, Lanjar Nurhadi mengatakan budi daya kakao di wilayahnya masih dalam tahap awal. Menurut dia, jumlah benih yang ditanam warga belum banyak dan sekarang masih dalam proses pemeliharaan.
“Belum berbuah dan masih dalam masa pertumbuhan,” katanya.
“Mudah-mudahan penanaman dapat berhasil sehingga buah kakao yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.