Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Panuti menunjukkan pohon kakao yang sudah tumbuh di Desa Terong, Dlingo, Minggu (2/4/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) menetapkan tiga desa di Kecamatan Dlingo sebagai sentra produksi kakao di Bantul. Penanaman sudah dimulai sejak 2016 lalu dengan menanam 50.000 bibit kakao dan diharapkan di 2019 mendatang sudah mulai berbuah.
Ketiga wilayah yang direncanakan sebagai sentra kakao meliputi Desa Muntuk, Mangunan dan Terong. Kepala DP2KP Bantul Pulung Haryadi mengatakan untuk saat ini proses budi daya kakao di tiga desa masih dalam pemeliharaan dengan melibatkan masyarakat setempat. Menurut dia, upaya dalam membentuk sentra kakao di Kecamatan Dlingo tidak hanya memberikan bantuan benih. Namun juga proses pendampingan dalam proses budi daya.
“Untuk pendampingan sudah dilakukan baik melalui pendamping lapangan maupun petugas yang dimiliki oleh dinas sehingga budi daya berjalan dengan baik,” kata Pulung, Rabu (18/4/2018).
Dia mengungkapkan proses perkembangan tanaman kakao berjalan dengan baik. Ditargetkan tahun depan puluhan ribu tanaman tersebut sudah bisa berbuah dan diproduksi untuk pembuatan cokelat.
“Memang ada serangan hama, tetapi dengan pendampingan yang intensif bisa ditangani dengan baik,” katanya.
Dijelaskan Pulung, penetapan tiga desa sebagai sentra kakao bertujuan untuk menunjang sektor pariwisata di kawasan Mangunan yang berkembang dengan pesat. Selain itu, dari sisi geografis ketiga kawasan juga sangat cocok untuk pengembangan budi daya cokelat. “Jadi kalau sudah berproduksi bisa menambah alternatif lain setelah keberadaan kebun buah di kawasan Mangunan,” ucapnya.
Guna menunjang program budi daya kakao, Pulung mengaku sudah berencana mendirikan dua rumah produksi cokelat. Hanya, untuk pendirian masih menunggu proses tanaman kakao berbuah. “Mudah-mudahan di tahun depan sudah bisa dianggarkan karena diperkirakan kakao yang ditanam sudah mulai berbuah,” katanya.
Kepala Bagian Pelayanan Desa Terong, Lanjar Nurhadi mengatakan budi daya kakao di wilayahnya masih dalam tahap awal. Menurut dia, jumlah benih yang ditanam warga belum banyak dan sekarang masih dalam proses pemeliharaan.
“Belum berbuah dan masih dalam masa pertumbuhan,” katanya.
“Mudah-mudahan penanaman dapat berhasil sehingga buah kakao yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.