Rekonstruksi Penyerangan di Gereja St. Lidwina Digelar Tertutup dengan Pengamanan Berlapis

Suliyono berjalan menuju Gereja St. Lidwina saat melakukan rekayasa ulang kejadian, Kamis (19/4/2018). - Harian Jogja/ Irwan A. Syambudi
19 April 2018 11:29 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Rekonstruksi penyerangan di Gereja St Lidwina Bedong, Trihanggo, Gamping dilakukan pada Kamis (19/4/2018). Puluhan petugas Kepolisian turut mengamankan rekonstruksi yang dilakukan tertutup dan dilakukan dengan pengamanan berlapis.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Pelaku penyerangan yakni Suliyono didatangkan langsung untuk melakukan rekonstruksi penyerangan yang dilakukan pada Minggu (11/2/2018) lalu. Mulai pukul 08.00 WIB Jalan Pasar Jambon yang berada di radius sekitar 400 meter dari gereja di sterilkan oleh petugas.

Sekitar pukul 08.30 WIB rekonstruksi mulai dilakukan dengan tertutup. Awak media yang datang tidak diperkenankan untuk mengambil gambar. Mulanya Suliyono melakukan rekonstruksi berjalan dari arah barat gereja, lalu ke arah timur gereja. Di timur gereja, Suliyono terlihat mempraktekkan adegan di sebuah gubug di tengah sawah.

Setelah adegan di gubung, Suliyono dibawah berjalan ke gereja. Di tengah gerbang gereja Suliyono berhenti, dan terlihat petugas menunjukkan angka 29, sebagai tanda agedegan ke 29. Setelah itu Suliyono masuk melewati gerbang, sesaat melewati gerbang dia mempraktekkan agegan ke 30 yakni menyerang seorang dengan pedang.

Setelah itu awak media tidak dapat lagi mengamati rekonstruksi karena dilakukan tertutup. Suliyono kemudian melanjutkan adegan di dalam gereja. Dan kemudahan keluar dari gereja sekitar pukul 10.20 WIB keluar melakukan rekonstruksi kembali di luar gereja.

Camat Gamping, Abu Bakar yang datang ke lokasi rekonstruksi mengaku tidak mengetahui adanya rekonstruksi tersbut. "Saya awalnya tidak tahu, tadi kebetulan saya meresmikan kegiatan wirausaha di sekitar sini," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Suliyono melakukan penyerangan di gereja pada Minggu (11/4/2018). Sejumlah orang terluka dalam kejadian tersebut, termasuk salah satunya adalah Romo Prier yang saat itu sedang memimpin misa.