Kemarau Datang, Gunungkidul Siapkan Droping Air Mulai Juli
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Siswa SMP Negeri 2 Sewon saat mengerjakan soal UNBK di hari pertama ujian, Senin (23/4/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Tiga siswa SMP di Bantul terpaksa mengerjakan soal ujian dengan menggunakan kertas. Kebijakan ini dilakukan karena ketiganya merupakan anak berkebutuhan khusus yang takut dengan komputer.
Kepala SMP Negeri 2 Sewon Harjiman mengatakan ketiga siswa yang tidak menggunakan komputer telah mendapatkan izin khusus untuk mengerjakan soal menggunakan kertas. Kebijakan ini dilakukan karena ketiganya takut dengan komputer sehingga tidak bisa mengerjakan soal UNBK.
"Nanti dalam tes akan ada keterangan bahwa siswa tidak bisa menggunakan komputer karena jika menggunakan perangkat itu ketiganya akan takut dan drop mentalnya. Oleh karenanya kami minta dispensasi khusus ke dinas kabupaten maupun provinsi," kata Harjiman kepada wartawan, Senin (23/4/2018).
Dia menjelaskan teknis pelaksnaan ujian bagi ketiga siswa, sekolah mengunduh soal UNBK kemudian dikerjakan secara manual. Selain itu, ketiganya juga akan tetap mendapatkan pendamping khusus dari guru Sekolah Luar Biasa. "Sebenarnya di tempat kami [SMP Negeri 2 Sewon] ada lima siswa berkebutuhan khusus, tapi yang dua bisa mengerjakan seperti siswa normal sehingga bisa mengerjakan dengan komputer," katanya.
Kepala Disdikpora Bantul Didik Warsito membenarkan ada tiga siswa yang mengerjakan soal dengan menggunakan kertas. Menurut dia, hal tersebut bukan menjadi masalah dikarenakan keterbatasan para siswa.
"Mereka adalah siswa anak berkebutuhan khusus, jadi tidak masalah mengerjakan soal dengan kertas. Apalagi sudah mendapatkan izin khusus," kata Didik.
Terkait pelaksanaan UNBK di hari pertama, dia mengaku belum ada masalah dan secara umum berjalan Lanjar. Meski demikian, ia mendapatkan laporan ada siswa yang harus menginap di sekolah karnea masalah kesehatan.
"Siswa yang menginap ada di SMP Negeri 1 Banguntapan. Sedang satu siswa di SMP Negeri 4 Pandak juga sakit tapi bisa datang mengerjakan soal," katanya.
Bupati Bantul Suharsono saat sidak ke SMP Negeri 2 Sewon meminta kepada jajarannya untuk benar-benar memperhatikan kelancaran ujian. Ia mencontohkan saat ada siswa yang sakit harus bisa diberikan fasilitas sehingga dapat melaksanakan ujian dengan baik. "Sudah saya instruksikan agar dibantu sehingga mereka yang mendapatkan halangan tetap bisa melaksanakan ujian ," kata Suharsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Perkuat Sinergi untuk Pendidikan Unggul dan Bisnis Berkelanjutan Melalui Kepedulian Sosial dan Kebersamaan
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
BRIN menargetkan Satelit NEO-1 meluncur Januari 2027. Satelit observasi bumi ini memiliki TKDN 65% dan mendukung pemetaan hingga mitigasi bencana.
BKKBN menyebut mayoritas generasi muda Indonesia tetap ingin menikah dan memiliki anak, meski terkendala faktor ekonomi dan perumahan.