SIM Keliling Polda DIY Senin 21 September 2026: Jadwal dan Biaya
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, biaya SIM A dan SIM C.
Tim dari Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta bersama masyarakat berfoto sambil membawa benih ikan sebelum ditebar di Embung Langensari, Kamis (3/5/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA-Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (KIPM) Kelas I Yogyakarta terus berupaya melakukan pengawasan dan pemberdayaan perikanan di tengah masyarakat. Salah satunya dengan menebar benih 35.000 ekor Ikan graskap dan nilem di Embung Langensari, Gondokusuman, Jogja, Kamis (3/5/2018) lalu.
Kepala Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta Hafit Rahman menjelaskan, selain menebarkan benih pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat sekitar Embung Langensari. Sasarannya, memberikan pemahaman tentang perawatan dan pemberdayaan perikanan dengan memanfaatkan embung. Terutama setelah penebaran benih harus ada perawatan, seperti dengan memberikan perhatian terhadap embung agar tetap dijaga kebersihannya. Sehingga ikan yang ditebar dapat tumbuh dengan baik ke depannya.
"Kami menebar 35.000 benih ikan graskap dan ikan nilem di Embung [Langensari] ini, dengan harapan bisa menambah populasi ikan si embung ini," terangnya dalam penebaran benih tersebut.
Hafit mengatakan, pihaknya sengaja memilih Embung Langensari setelah melalui beberapa kali survei. Mengingat embung tersebut menjadi tempat pemancingan serta banyak dikunjungi masyarakat. Jika populasi ikan siap konsumsi terus bertambah diharapkan pula dapat menambah asupan protein hewani bagi masyarakat yang memanfaatkan embung tersebut.
"Kebetulan ada pihak swasta pembudi daya ikan dalam hal ini Zahary Fish Farm dan Budi Fish Farm yang memiliki kepedulian membantu benih ikan, jadi kami bersama-sama," ungkap dia.
Dalam kesempatan itu, Tim Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta memberikan sosialisasi tentang perikanan. Salah satunya terkait tindakan masyarakat menyikapi berkembangnya ikan predator seperti red devil dan aligator di berbagai perairan dan embung. Jika ditemukan maka sebaiknya ditangkap dan dimusnahkan karena dapat mengurangi populasi ikan di sekitarnya.
Hary Pemilik Zahary Fish Farm mengatakan, ada dua jenis ikan yang ditebar di Embung Langensari, yaitu graskap dan nilem. Kedua jenis ikan memiliki keunikan dalam pertumbuhan karena bisa memakan lumut tanpa harus diberikan makanan sejenis pelet bisa berkembang biak dengan baik.
"Biasanya kotoran ikan itu jadi lumut, nah graskap dan nilem ini tipenya dia makan lumut sisa metabolisme," ungkap pria yang bertahun-tahun menekuni usaha budi daya ikan ini.
Hary mengatakan, pihaknya memberikan bantuan benih karena merasa sejalan dengan pemikiran Stasium KIPM dalam usaha menambah populasi ikan serta meningkatkan mutu perikanan. "Kebetulan umur ikan sekitar sebulan, pertumbuhan relatif cepat dan mudah beradaptasi, yang jelas bisa dikonsumsi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, biaya SIM A dan SIM C.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Nicolas Batum mengumumkan pensiun setelah 18 musim di NBA. Ia menutup karier dengan 11.553 poin dan dua medali perak Olimpiade.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.