Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Tim dari Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta bersama masyarakat berfoto sambil membawa benih ikan sebelum ditebar di Embung Langensari, Kamis (3/5/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA-Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (KIPM) Kelas I Yogyakarta terus berupaya melakukan pengawasan dan pemberdayaan perikanan di tengah masyarakat. Salah satunya dengan menebar benih 35.000 ekor Ikan graskap dan nilem di Embung Langensari, Gondokusuman, Jogja, Kamis (3/5/2018) lalu.
Kepala Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta Hafit Rahman menjelaskan, selain menebarkan benih pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat sekitar Embung Langensari. Sasarannya, memberikan pemahaman tentang perawatan dan pemberdayaan perikanan dengan memanfaatkan embung. Terutama setelah penebaran benih harus ada perawatan, seperti dengan memberikan perhatian terhadap embung agar tetap dijaga kebersihannya. Sehingga ikan yang ditebar dapat tumbuh dengan baik ke depannya.
"Kami menebar 35.000 benih ikan graskap dan ikan nilem di Embung [Langensari] ini, dengan harapan bisa menambah populasi ikan si embung ini," terangnya dalam penebaran benih tersebut.
Hafit mengatakan, pihaknya sengaja memilih Embung Langensari setelah melalui beberapa kali survei. Mengingat embung tersebut menjadi tempat pemancingan serta banyak dikunjungi masyarakat. Jika populasi ikan siap konsumsi terus bertambah diharapkan pula dapat menambah asupan protein hewani bagi masyarakat yang memanfaatkan embung tersebut.
"Kebetulan ada pihak swasta pembudi daya ikan dalam hal ini Zahary Fish Farm dan Budi Fish Farm yang memiliki kepedulian membantu benih ikan, jadi kami bersama-sama," ungkap dia.
Dalam kesempatan itu, Tim Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta memberikan sosialisasi tentang perikanan. Salah satunya terkait tindakan masyarakat menyikapi berkembangnya ikan predator seperti red devil dan aligator di berbagai perairan dan embung. Jika ditemukan maka sebaiknya ditangkap dan dimusnahkan karena dapat mengurangi populasi ikan di sekitarnya.
Hary Pemilik Zahary Fish Farm mengatakan, ada dua jenis ikan yang ditebar di Embung Langensari, yaitu graskap dan nilem. Kedua jenis ikan memiliki keunikan dalam pertumbuhan karena bisa memakan lumut tanpa harus diberikan makanan sejenis pelet bisa berkembang biak dengan baik.
"Biasanya kotoran ikan itu jadi lumut, nah graskap dan nilem ini tipenya dia makan lumut sisa metabolisme," ungkap pria yang bertahun-tahun menekuni usaha budi daya ikan ini.
Hary mengatakan, pihaknya memberikan bantuan benih karena merasa sejalan dengan pemikiran Stasium KIPM dalam usaha menambah populasi ikan serta meningkatkan mutu perikanan. "Kebetulan umur ikan sekitar sebulan, pertumbuhan relatif cepat dan mudah beradaptasi, yang jelas bisa dikonsumsi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.