Advertisement

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus-September

Ujang Hasanudin
Minggu, 20 Mei 2018 - 23:17 WIB
Kusnul Isti Qomah
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus-September Ilustrasi kemarau di ladang pertanian - Bisnis Indonesia/Rachman

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL-Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, musim kemarau sudah terjadi sejak akhir April dan awal Mei ini. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus-September mendatang. Daryanto berharap kekeringan di Bantul tidak meluas.

Ia menambahkan bantuan air bersih yang akan dikirim akan diutamakan untuk kepentingan konsumsi, bukan untuk keperluan mencuci dan sebagainya, "Intinya jangan sampai warga kesulitan air bersih. Kami akan kerahkan semua potensi yang ada," ujar Daryanto, Sabtu (19/5/2018).

Advertisement

Kepala Kelompok Data dan Informasi, BMKG DIY, Djoko Budiono mengatakan pada Mei ini iklim wilayah DIY termasuk Bantul sudah masuk dalam periode kemarau. Hasil monitoring BMKG DIY untuk beberapa wilayah di Bantul, seperti Imogiri dan sekitarnya sudah 20-30 hari terakhir tidak ada hujan.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus, "Diharapkan kepada masyarakat untuk mulai menghemat air mengingat musim kemarau masih berlangsung," kata Djoko, saat dimintai konfirmasi melalui pesan aplikasi Whatsapp

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional

Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional

News
| Jum'at, 17 April 2026, 23:12 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement