Advertisement
Hadapi Era Industri 4.0, STTNAS Gelar Workshop Internet of Things
STTNAS gelar Workshop Internet of Things. - Ist/STTNAS
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Dalam menghadapi era generasi Industri 4.0, Program Vokasi STTNAS menyelenggarakan Workshop Aplikasi Internet of Things dan Raspberry Pi di era Industri 4.0.
Kepala Program Vokasi STTNAS Yogyakarta Tugino mengatakan, hal ini untuk membekali mahasiswa di program vokasi agar siap menghadapi tantangan di industri apabila telah lulus nantinya. “Pendidikan vokasi STTNAS Yogyakarta dengan prodi Teknik Elektro dan Teknik Mesin bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi tenaga ahli/ profesional yang menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi serta seni budaya sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, peradaban masyarakat dan juga sekaligus memperkaya kebudayaan nasional,” ujar dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (29/5/2018).
Advertisement
Lulusan Program Vokasi STTNAS Teknik Elektro dan Teknik Mesin diarahkan untuk menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sehingga dapat langsung diserap sebagai tenaga kerja di industri/ swasta, lembaga pemerintahan, atau berwiraswasta secara mandiri. Inti pengajaran pada program pendidikan vokasi lebih mengutamakan keterampilan dan keahlian dibandingkan dengan kuliah teori.
Untuk mendukung Program vokasi tersebut, program vokasi beberapa kali mengadakan workshop, seminar, dan pelatihan untuk memberikan pembekalan kepada dosen, mahasiswa, dan karyawan program vokasi dengan materi untuk pengembangan modul pembelajaran dan praktikum.
“Hal ini dilakukan membantu bagi lulusan program vokasi untuk dapat menyesuaikan kebutuhan di industri dan perusahaan yang dimana banyak menggunakan sistem kontrol di industri,” papar dia.
Ia menjelaskan, kurikulum Program Vokasi D3 Teknik Elektro dan Teknik Mesin STTNAS mengacu pada standar KKNI yang dalam prosesnya menekankan pada pengembangan praktik/terapan dibanding yang sifatnya teoritis. Kebutuhan akan kompetensi terapan yang langsung dapat memenuhi kebutuhan industri dilahirkan oleh lulusan pendidikan vokasi. Peserta didik diberikan kemampuan yang dapat memberikan solusi dan pengembangan kreativitas berbasis potensi individu.
Lulusan Program Vokasi D3 Teknik Elektro dan Teknik Mesin selain mendapatkan ijazah ahli madya juga dibekali dengan sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan perpanjangan tangan dari BNSP.
“Mereka mendapatkan sertifikasi setelah melalui proses verifikasi oleh BNSP sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasinal Indonesia [SKKNI] dan standar Mutual Recognition Agreement [MRA] yang telah digunakan di negara-negara ASEAN,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement






