Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Ilustrasi pengemis jalanan/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja mulai mewaspadai keberadaan pengemis dan anak jalanan (anjal). Umumnya, menjelang Hari Raya Idulfitri banyak pengemis dan anak jalanan (anjal) baru bermunculan.
Kepala Satpol PP Kota Jogja Nurwidi Hartana mengatakan, gelombang pengemis dan anjal baru ini jamak muncul di sejumlah lokasi strategis pada sepekan sebelum Lebaran. "Pengemis dan anjal rawan muncul mendekati hari lebaran. Terutama di tempat-tempat ibadah dan tempat sholat ied. Kami antisipasi penertibannya mulai H-7 lebaran," katanya, Minggu (3/6/2018).
Hingga kini, Satpol PP masih belum belum melihat potensi pengemis dan anjal musiman itu muncul. Menurutnya, para pengemis dan anjal itu kebanyakan baru bermunculan pada hari H lebaran di tempat-tempat ibadah dan lokasi salat ide di lapangan.
"Kalau sejak awal Ramadan pengemis dan anjal yang muncul di jalan tidak banyak. Tahun lalu juga begitu. Mereka bermunculkan jelang hari H," jelasnya.
Pihaknya pun membentuk tim khusus menangani masalah tersebut selama Ramadan hingga lebaran nanti. Dia menjelaskan, selain di lokasi tempat ibadah dan lapangan untuk sholat ied, titik-titik rawan pengemis dan anjal untuk saat ini, belum teridentifikasi. "Belum ada perkembangan menonjol. Kalau nanti muncul, kami akan tindak. Tinggal mengarahkan kekuatan (tim) ke lokasi," katanya.
Sementara, untuk hasil patroli Satpol PP selama dua minggu Ramadan, Nurwidi mengaku tidak menemukan pelanggaran. Dia menuturkan sebagian besar tempat hiburan dan rekreasi malam lebih memilih menutup usahanya selama Ramadan. Salah satu alasannya, karena jam operasional yang dibatasi. Begitu juga dengan larangan penjualan minuman beralkohol atau minuman keras. Satpol PP mengaku tidak menemukan pelanggaran.
"Kalau nekat melanggar aturan kami beri sanksi tegas. Tapi sampai saat ini kami belum menemukan pelanggaran," katanya.
Sebelumnya Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono menyatakan usaha arena permainan ketangkasan, diskotik, panti pijat jenis shiatsu dan karaoke dengan ruangan VIP harus menutup usahanya selama bulan Ramadan sampai H+2 Idul Fitri. Sementara, jenis usaha karaoke dengan ruangan terbuka boleh beroperasi tapi hanya pukul 22.00 WIB- 01.00 WIB.
"Pengaturan jam ini mengacu Perwal No.36/2011 tentang petunjuk teknis Perda No.4/2010 tentang penyelenggaraan kepariwisataan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.