Advertisement
Siswa MAN 1 Sleman Diajari Tata Cara Sungkem dan Membuat Ketupat
Siswa Madrasan Aliyah Negeri (MAN) 1 Sleman mendapatkan pelatihan membuat ketupat, Sabtu (2/6/2018). - Istimewa/MAN 1 Sleman
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN- Madrasan Aliyah Negeri (MAN) 1 Sleman memberikan bekal ketrampilan tentang kearifan lokal masyarakat Jawa sebagai upaya pembentukan karakter siswa.
Dua jenis ketrampilan yang diberikan yakni tentang sungkem dan membuat ketupat dari janur. Sebanyak 196 siswa kelas XI mendapatkan materi pada pembekalan dai di aula madrasah, Sabtu (2/6/2018).
Advertisement
Pemberi materi, Asniyar, menjelaskan sungkem kepada orang tua merupakan wujud dan sikap bakti anak kepada orang tua. Banyak cara sungkem seperti bersalaman sambil menunduk dengan mencium tangan orang tua disertai ucapan mohon doa restu misalnya.
“Sungkem berupa taat dan patuh pada orang tua ternyata juga dianjurkan oleh Islam seperti tertuang dalam Surat Al-Baqoroh 83. Sikap itu juga merupakan kewajiban anak terhadap orang tuanya untuk selalu patuh. Selama perintah itu positif dan tidak melanggar norma, anak wajib mengikutinya,” jelas Asniyar.
BACA JUGA
Ia menuturkan, banyak ajaran budaya maupun tradisi masyarakat Jawa yang baik untuk diikuti dan dilestarikan selama tidak mengandung unsur kemusyrikan, khurofat dan takhayul. Siswa cerdas harus bisa memilah dan memilih.
Materi Sunur ini merupakan tambahan bekal ketrampilan untuk diajarkan di masyarakat. Selain tentang sungkem, ia juga mengajarkan cara merangkai janur (daun kelapa muda) untuk dibuat menjadi aneka ketupat.
Ana Rusmiyati, koordinator pesantren di masyarakat menambahkan materi ini merupakan kearifan lokal yang turut dilestarikan oleh madrasah. Nilai-nilai falsafah sungkem dan janur ini yang ditekankan pada siswa. "Harapannya, anak benar-benar paham," katanya, didampingi Hasanudin coordinator pembekalan.
Para peserta juga diwajibkan untuk praktek membuat kupat dari janur. Adapun praktek sungkem untuk divideokan sebagai tugas kelompok dan individu. Penyampaian materi pun didasarkan pada ayat atau hadits agar tidak terjadi salah tafsir.
Memasukkan materi sungkem dan pembuatan kupat juga merupakan upaya madrasah mendukung Program Sunur Sungkem dan janur yang dicanangkan oleh Kementerian Agama Sleman.
Kepala Madrasah, Abdul Ghofur madrasah mengungkapkan bahwa program sunur ini sangat baik untuk disukseskan melalui partisipasi aktif warga madrasah.
“Contoh kecil, orang yang semula tak bisa membuat kupat menjadi terampil. Dan yang penting makna dan filosofi kupat, seperti ngaku lepat, mengakui kesalahan tepat dengan momen Idulfitri yang akan segera dirayakan,” paparnya.
Menurutnya, ketrampilan tersebut baru sebagian kecil sebagai bekal siswa untuk mengikuti pesantren di masyarakat. Selama siswa tinggal di masyarakat selain membantu kegiatan masjid musala, mereka juga akan mengajarkan aneka ketrampilan praktis seperti membuat lampion, tasbih, aneka boga dan lainnya.
Seluruh siswa kelas 11 MAN 1 Sleman terbagi 48 kelompok yang masing-masing 4 siswa akan berada di masyarakat selama satu minggu mulai Senin (4/6/2018) hingga Sabtu (4/6/2018).
Untuk siswa putra akan berada di wilayah Kecamatan Tempel sedangkan putri di Minggir. "Program ini merupakan upaya penguatan karakter bagi siswa khususnya kerja sama, inovasi, kreatif, kerja sama, melatih kemandirian hidup, berbaur serta mengabdi di masyarakat," jelas Ghofur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement








