Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ilustrasi Miras (JIBI)
Harianjogja.com, BANTUL- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Bantul menyita sebanyak 308 botol minuman keras (Miras) berbagai merek dalam razia yang digelar Kamis (7/6/2018) tengah malam.
Kepala Bidang Ketertiban Umum, Satpol PP Bantul, Deni N Hartono mengatakan ratusan miras yang tersebut disita dari toko kelontong milik HR di Jalan Imogiri.
Toko tersebut sudah menjadi target operasi sejak beberapa hari terakhir setelah Satpol PP menerima laporan adanya jual beli miras di toko tersebut.
"Saat kami datangi kebetulan ada dua anak seusia sekolah SMP yang membeli miras, jadi penjual tidak bisa mengelak," kata Deni, Jumat (8/6/2018).
Petugas kemudian meminta HR untuk menunjukan miras lainnya.
Meski awalnya tidak bersedia menunjukan, namun Satpol PP menggeledah dan menemukan tumpukan dus berisi ratusan botor miras di belakang toko. Satpol PP masih menyelidiki apakah ratusan botol miras tersebut milik HR pribadi atau ada pemilk lainnya.
Selain toko milik HR, Satpol PP juga sempat menyisir wilayah Sewon namun hasilnya nihil. Razia dilanjutkan ke kawasan pesisir selatan, namun hasilnya juga nihil. Sejumlah warung yang sempat dicurigai menjual miras tutup saat didatangi petugas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.