193 Karya Seniman Difabel Dipamerkan, Ada Prangko Khusus
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Polisi sedang melakukan olah TKP pengrusakan di PN Bantul. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Bantul, Doni Bimo Saptoto tidak menampik insiden perusakan beberapa fasilitas di Pengadilan Negeri (PN) Bantul dilakukan oleh massa ormasnya. Ia mengatakan perusakan itu dilakukan karena massa merasa kecewa atas putusan Majelis Hakim PN Bantul.
"Masalah perusakan itu luapan emosi simpatisan," ujar Doni, kepada wartawan di kantor MPC Pemuda Pancasila Bantul, di Jalan Bantul, Kamis (28/6/2018).
Doni mengatakan massa Pemuda Pancasila yang datang untuk mendukungnya bukan hanya dari Bantul, melainkan dari berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah karena memiliki visi misi yang sama menjaga ideologi Pancasila.
Bukan hanya Pemuda Pancasila, namun beberapa perwakilan ormas lain juga hadir. Doni mengaku tidak minta mereka datang namun datang sendiri dengan kerelaan hati karena jika kasus dari akibat perbuatannya itu dinyatakan bersalah, maka ia menilai apa yang dilakukan Pemuda Pancasila berarti salah.
Kasus yang menjerat Doni adalah soal pembubaran pameran karya seni Andreas Iswinarto di Pusham UII pada Mei 2017 lalu. Pameran yang menampilkan karya yang terinspirasi dari puisi Wiji Thukul itu. Doni menilai kegiatan tersebut berbau komunis.
Doni kukuh kegiatan tersebut ilegal karena tidak ada izin dari kepolisian. Meski bukan alat negara yang memiliki otorotas untuk membubarkan, Doni mengklaim apa yang dilakukannya sebagai bentuk cinta tanah air.
Namun hakim PN Bantul memutusnya bersalah. Ketua Majelis Hakim Subagyo menyatakan Doni beralah. Ia dihukum lima bulan penjara. Namun hukuman penjara tersebut tidak perlu dijalani kecuali selama masa percobaan sembilan bulan terdakwa melakukan perbuatan tindak pidana.
Doni menilai hakim mengabaikan fakta persidangan, di antaranya soal kesaksian pelapor yang berbeda-beda. Ia mengaku awalnya dituduh dengan pasal pencurian, kemudian pasal pengrusakan, lalu pasal penganiayaan. Semua tidak terbukti. Yang terbukti adalah perbuatan tidak menyenangkan, yakni Pasal 335 ayat 1 KUHP.
"Masalah ilegalnya juga tidak menjadi pertimbangan hakim. Kenapa kami minta mengentikan acara itu karena tidak ada izinnya," ungkap Doni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Petugas Bandara YIA menggagalkan pengiriman 79.644 benih bening lobster ilegal ke Batam. Barang ditemukan dalam dua koper milik penumpang.
Dikpora Bantul menjelaskan pengadaan 1.150 kaus Porda senilai Rp189,75 juta melalui e-purchasing dan proses negosiasi harga.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra berduka atas kecelakaan yang menewaskan empat suporter saat perjalanan menuju Surabaya.
The Manohara Hotel Yogyakarta menghadirkan Steak & Dimsum Dinner setiap Jumat dan Sabtu dengan promo Buy 1 Get 1 Free seharga Rp299.000 nett.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, anggaran pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan pertahanan mencatat sejumlah rekor.