Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Ilustrasi gojek, grab, uber/Sae
Harianjogja.com, JOGJA--Menyikapi sikap Pemda DIY yang cenderung pasif, kalangan ojek daring di DIY menyayangkannya.
Sekretaris Jenderal Paguyuban Gojek Driver Jogja (Pagodja) Widi Asmara mengatakan, saat ini perlu ada sinergitas antara Pemda DIY, aplikator, pengemudi ojek daring dan customer untuk mencari solusi terbaik bagi pengaturan jasa transportasi tersebut.
"Kalau nasional mengatakan [ojek daring] tidak aman, ya dibuktikan di daerah bahwa sebenarnya aman. Tapi itu tidak lepas dari kontribusi kami untuk membangun organisasi dan meningkatkan kapasitas anggota," ujar Widi, Minggu (1/7/2018).
Widi mengaku kecewa atas keputusan MK. Menurutnya, MK mestinya mengakomodasi tuntutan zaman. Sebab saat ini jumlah pengemudi ojek daring sangat banyak. Sebagai warga negara, sepatutnya mereka mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya. Ketiadaan payung hukum juga membuat posisi tawar pengemudi ojek online lemah di hadapan aplikator.
Terkait dengan masalah keamanan, ia mengklaim ojek online juga aman. Meski angkutan umum roda empat memang lebih aman. Tapi itupun bisa diakali dengan, misalnya, membatasi jarak tempuh ojek online setiap kali mengantar penumpang dan aturan-aturan lain.
"[Penumpang] tidak akan mendapatkan driver sembarangan. Semua punya SIM dan motornya layak. Aman juga karena di aplikasi ada ruang komentar, sebagai alat kontrol driver supaya menjalankan tugasnya dengan baik. Kalau jelek dikasi rating kecil. Kalau enggak bawa pelanggan, kadang-kadang saya melanggar, tapi kalau bawa penumpang harus ditaati semuanya," jelas Widi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.
BNPB dirikan dapur umum untuk korban banjir bandang Gorontalo Utara. Ribuan warga terdampak, air kini mulai surut.
Sukoharjo tetapkan siaga darurat kekeringan dan kebakaran hingga November 2026. Tiga kecamatan rawan krisis air.
Penumpang kereta api di Jogja tembus 342 ribu saat libur panjang 2026, naik 45 persen. Stasiun Jogja jadi yang tersibuk.
Bocoran Oppo Find X10 Pro Max terbaru: kamera 200MP, layar 2K, baterai 7.000 mAh, dan chipset Dimensity 9600.