Produktivitas Padi Bantul Tembus 10 Ton per Hektare dengan Tabela
Produktivitas padi di Bantul diklaim meningkat hingga lebih dari 10 ton per hektare dengan sistem tanam benih langsung atau Tabela.
Leptospirosis - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat sebanyak 123 kasus leptospirosis ditemukan selama periode Januari hingga 30 Mei 2026 di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, enam pasien dilaporkan meninggal dunia yang diduga karena keterlambatan penanganan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengatakan angka kematian tersebut umumnya dipicu keterlambatan pasien mendapatkan penanganan medis serta adanya penyakit penyerta yang memperburuk kondisi kesehatan.
“Dari 123 kasus leptospirosis hampir lima bulan ini ada enam pasien yang meninggal dunia,” kata Samsu, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan leptospirosis merupakan penyakit infeksi bakteri Leptospira yang ditularkan melalui urine hewan terinfeksi, terutama tikus. Penyakit yang kerap disebut sebagai “kencing tikus” itu masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka atau selaput lendir saat seseorang bersentuhan dengan air maupun tanah yang telah terkontaminasi.
Menurut Samsu, pasien yang meninggal dunia umumnya mengalami komplikasi berat seperti gagal ginjal, sindrom uremikum, anemia, trombositopeni hingga syok septik. Karena itu masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada leptospirosis.
“Jika pasien mengarah ke gejala leptospirosis sesegera mungkin dibawa ke fasilitas layanan kesehatan terdekat,” ujarnya.
Samsu mengungkapkan kasus leptospirosis telah ditemukan di seluruh 17 kapanewon di Bantul. Kapanewon Bantul menjadi wilayah dengan kasus tertinggi sebanyak 16 kasus, disusul Kasihan 15 kasus, Pandak 14 kasus dan Sewon 10 kasus. Adapun 13 kapanewon lainnya mencatat antara dua hingga sembilan kasus.
Direktur RSUD Saras Adyatma Bantul, drg. Tri Wahyuni mengatakan rumah sakit tersebut telah merawat 49 pasien positif leptospirosis hingga akhir Mei 2026. Selain itu terdapat enam pasien suspek dan satu pasien probable leptospirosis yang juga menjalani perawatan.
Dari total pasien positif yang dirawat, empat orang meninggal dunia. Dua di antaranya merupakan warga Bambanglipuro, sedangkan masing-masing satu pasien berasal dari Imogiri dan Sanden.
“Sebanyak lima pasien dirujuk dan pasien lainnya dinyatakan sembuh,” katanya.
Ia mengungkapkan sebagian besar pasien yang dirawat berprofesi sebagai petani. Namun kasus juga ditemukan pada mahasiswa, pedagang hingga anggota TNI. Tingginya risiko pada petani dipengaruhi aktivitas di sawah yang kerap bersentuhan langsung dengan air dan lumpur tanpa menggunakan alat pelindung diri.
Ia menjelaskan gejala awal leptospirosis meliputi demam tinggi mendadak, menggigil, nyeri otot terutama pada betis dan punggung bawah, mata merah, sakit kepala, kelelahan, mual, muntah hingga diare. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi kerusakan organ vital yang ditandai kulit menguning, gangguan buang air kecil, sesak napas hingga batuk berdarah.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diminta menggunakan sepatu bot dan sarung tangan saat beraktivitas di area berisiko, menutup luka terbuka, menghindari genangan air, menjaga kebersihan diri serta mengendalikan populasi tikus di lingkungan sekitar. Selain itu, makanan dan sampah perlu disimpan dalam wadah tertutup agar tidak mengundang tikus sebagai sumber penularan penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produktivitas padi di Bantul diklaim meningkat hingga lebih dari 10 ton per hektare dengan sistem tanam benih langsung atau Tabela.
BGN DIY belum menentukan perluasan MBG prasmanan setelah uji coba di dua sekolah. Keputusan menunggu evaluasi pelaksanaan di lapangan.
Simak lima HP untuk selfie dan vlog pada 2026, dari iPhone 17 Pro hingga vivo V70. Bandingkan fitur kamera dan hal yang perlu diperiksa sebelum membeli.
PSIM Jogja tertahan di peringkat ke-16 dengan satu poin. Java United naik ke posisi ke-12, sedangkan Persijap terpuruk di dasar klasemen.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Pertamina memastikan stok Pertalite di DIY aman. Namun, tambahan kuota belum disetujui di tengah kenaikan konsumsi dan antrean SPBU.