Advertisement
Musim Kemarau di Bantul, 2 Desa Ajukan Bantuan Air Bersih
Ilustrasi warga mengambil air di sumber mata air karena kekeringan. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul terus mendata wilayah yang mengalami kekeringan selama musim kemarau. Hingga saat ini, sudah ada dua desa yang mengajukan bantuan air bersih.
Desa yang mengajukan bantuan di antaranya, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri dan Desa Munthuk, Kecamatan Dlingo. Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, selain Desa Wukirsari dan Munthuk, belum ada desa lain yang mengajukan bantuan air bersih. “Meski belum banyak yang meminta, kami tetap siap siaga untuk menyalurkan bantuan,” katanya, Senin (2/7/2018).
Dia menjelaskan puncak kemarau di tahun ini diprediksi terjadi di September mendatang. Saat memasuki masa puncak, desa-desa yang selama ini menjadi langgangan kekeringan akan banyak meminta bantuan pengiriman air bersih.
“Kalau saat ini baru dua desa. Untuk Wukirsari diajukan awal Mei, sedang untuk Munthuk dilakukan akhir Juni ini,” katanya.
Untuk bantuan air bersih, Pemkab sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 juta. Diharapkan desa-desa yang menginginkan bantuan membuat surat resmi yang ditandatangani kepada desa setempat. Permintaan resmi dibuat, selain untuk laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program, juga sebagai upaya agar bantuan yang diberikan tidak tumpah tindih sehingga tepat sasaran.
“Kapan-kapan dibutuhkan, kami siap memberikan air bersih, tetapi dengan catatan ada permintaan resmi dari desa,” katanya.
Dikatakan Dwi, untuk penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan BPBD. Namun juga melibatkan instansi lain seperti tagana, PMI, PDAM hingga instansi swasta yang sering memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat.
“Selain program dropping air, penanganan kekeringan juga melalui pamsimas dengan pembuatan sumur bor yang dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman,” jelasnya.
Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto mengatakan kebutuhan air di musim kemarau akan meningkat. Meski demikian, para pelanggang tidak perlu khawatir karena pasokan air yang dimiliki masih sangat mencukupi.
Menurut dia, untuk menjamin ketersediaan pasokan, selain pemeliharaan rutin terhadap instalasi jaringan dan mesin pompa, PDAM juga akan mengoptimalkan mesin pompa yang dimiliki. Biasanya, kata Yudi, pada saat musim penghujan, mesin pompa hanya beroperasi selama 18 jam. Namun pada saat kemarau akan dioperasikan selama 24 jam non setop. “Kami optimalkan sehingga pasokan ke pelanggan tetap lancar,” katanya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement








