Satgas Dorong Inovasi Pembiayaan untuk Perkuat Konservasi Taman Nasion
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Petugas SAR Parangtritis sedang mengobati korban yang tersengat ubur-ubur di Pantai Parangtritis./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak 92 wisatawan dari berbagai daerah tersengat ubur-ubur di Pantai Prangtritis. Jumlah tersebut terhitung sejak dua hari sebelum lebaran lalu hingga Selasa (3/7/2018) ini. Sebagian besar korban yang tersengat biota laut tersebut adalah anak-anak.
"Biasanya memang anak-anak karena penasaran lihat ubur-ubur kemudian dipegang, sehingga tersengat," kata Komandan Search and Rescue (SAR) Bantul, Arief Nugraha di Posko SAR Parangtritis, Selasa.
Arief mengatakan tidak setiap hari ubur-ubur muncul. Namun sekali muncul biasanya banyak wisatawan yang tersengat. Seperti Senin siang, sudah ada tujuh orang wisatawan yang tersengat. Secara bergiliran mereka dibawa ke posko untuk diobati.
Pengobatan dilakukan dengan mengolesi bagin yang tersengat dengan ramuan tradisional yang diracik tim SAR. Ramuan tersebut di antaranya adalah soda, garam, dan cairan. Selain mengolesi ramuan, petugas SAR juga meminta para korban agar berjemur dan menggerak-gerakan bagian tubuh hingga keluar keringat. Untuk sementara korban juga tidak diperkenankan untuk mandi.
"Gunanya untuk mengimbangi rasa rasa sakit akibat sengatan ubur-ubur," ujar Arief. Benar saja, dalam rentang 15 menit hingga dua jam, sebagian besar korban sudah pulih kembali dan diperbolehkan untuk bermain kembali.
Namun ada juga korban yang tidak kunjung sembuh dan merasakan gatal, perih, hingga mual-mual, dan menjerit kesakitan. Selanjutnya korban dibawa ke puskesmas terdekat. Menurut Arief, pengobatan dengan ramuan tradisional bagi korban yang tersengat ubur-ubur memang tergantung kondisi tubuh korban. Korban dalam keadaan panik, apalagi dalam keadaan perut kosong biasanya proses penyembuhan cukup lama dan butuh penanganan medis.
Lebih lanjut Arief mengatakan serangan ubur-ubur terhadap wisatawan pada momen liburan lebaran tahun ini masih sedikit jika dibanding 2016 lalu yang mencapai ribuan. Kendati demikian, keberadaan biota laut yang bentuknya mungil dan menarik perhatian itu tidak bisa diremehkan.
Pihaknya kerap memberikan imbauan agar wisatawan yang mandi di laut tidak tergoda untuk menyentuh ubur-ubur. Saat ini hingga Agustus mendatang kemungkinan masih banyak ubur-ubur ditepian laut karena terbawa arus saat pasang.
Tantri, salah satu wisatawan asal Klaten Jawa Tengah mengaku awalnya tidak tahu jika anaknya terkena ubur-ubur. Ia hanya mengetahui anaknya yang sedang mandi di laut mengeluh gatal dan perih. "Sama orang SAR diminta posko untuk diobati," ucap Tantri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Pemerintah menargetkan jalan tol bebas truk ODOL mulai 1 Januari 2027 dengan integrasi data dan pengawasan berbasis teknologi.
Ingin mengambil Paket C? Simak syarat dokumen, cara daftar, proses pembelajaran, hingga ketentuan penilaian dan ujian Paket C.
Memasuki usia ke-270, Kota Jogja didorong terus memodernisasi kota dengan tetap berpijak pada budaya, sejarah, lingkungan, transportasi publik, dan kawasan rend
Partisipasi Pilur Serentak 2026 Bantul mencapai 73,7%. DPMK menyiapkan evaluasi dan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pada 2028.
Menko PMK meminta Menpora menghitung tambahan bonus atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade serta menyiapkan dana pensiun.