Sidang Praperadilan Raudi Akmal Digelar, Uji Status Tersangka
Sidang praperadilan Raudi Akmal terkait penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman mulai digelar di PN Sleman.
Tim gabungan pencarian dan penyelamatan mengoperasikan kapal motor tempel untuk mencari korban, Selasa (3/7/2018)./Ist-Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 3 Parangtritis
Harianjogja.com, JOGJA- Satu wisatawan asal Banjarnegara yang hilang tenggelam di Pantai Parangtritis masih belum ditemukan.
Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan atau Badan SAR Nasional (Basarnas) Daerah Istimewa Yogyakarta Supriono mengatakan Pantai Parangtritis bukan tipikal pantai yang bisa digunakan untuk mandi.
"Karakter laut selatan ini memang tidak untuk mandi bagi wisatawan tetapi sekadar untuk dinikmati saja keindahannya," kata Supriono di Yogyakarta, Kamis (5/7/2018).
Menurut Supriono, banyaknya korban tenggelam di Pantai Parangtritis selama ini telah membuktikan bahwa pantai itu cukup berbahaya untuk mandi.
Selain disebabkan gelombang yang cukup tinggi, menurut Supriono, di pantai tersebut juga terdapat palung atau jurang laut yang berbahaya. Menurut dia, dua wisatawan yang tenggelam saat bermain air di Parangtritis pada Minggu (1/7/2018) juga akibat terseret ombak hingga ke dasar palung.
"Pada saat itu posisi pergerakan air sedang surut, otomatis pengunjung ini lebih leluasa maju ke depan tapi langsung kena palung," kata Supriono.
Mengenai titik bahaya di pantai tersebut, menurut dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah menandai dengan memasang papan peringatan. Namun demikian, menurut dia, akibat asyik bermain air wisatawan kerap tidak menggubris papan peringatan itu.
"Tetapi kami tidak bisa melarang secara mutlak karena wisatawan yang datang dari luar Yogyakarta ingin menikmati keindahan maupun minimal bermain airnya," kata dia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta sebelumnya juga telah mengeluarkan imbauan bagi wisatawan untuk mewaspadai tinggi gelombang di laut selatan Yogyakarta. Berdasarkan laman resmi BMKG Yogyakarta tinggi gelombang laut di pesisir selatan pada Kamis (5/7) diperkirakan masih mencapai 2,5 -3 meter.
"Waspadai Gelombang tinggi 2,5 - 3,0 meter di pesisir selatan Yogyakarta," tulis BMKG Yogyakarta melalui laman resminya, Kamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sidang praperadilan Raudi Akmal terkait penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman mulai digelar di PN Sleman.
Dana kompensasi tenaga kerja asing menjadi penyumbang terbesar PNBP Kemnaker. Pemerintah kini mengkaji besaran kompensasi yang telah berlaku selama puluhan tahu
Revisi UU Hak Cipta berisiko rugikan media dan publik. Belajar dari negara lain, RI diminta hati-hati.
Polri menangkap buronan Interpol asal Palestina Abdul Karim Raed Miqdad di Indonesia. Ia diketahui membawa tiga paspor, dua di antaranya diduga palsu.
PT Danantara Sumber Daya Alam bersiap mengimplementasikan pengelolaan ekspor SDA satu pintu pada 1 September 2026 untuk memperkuat pengawasan ekspor.
KPK mempersilakan Menteri PU Dody Hanggodo memberikan klarifikasi terkait polemik surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat untuk menghindari simpang siur infor