Advertisement
Jika Harus Ganti Becak Listrik, Pengemudi Becak Motor Berharap Bantuan Kredit
Sejumlah pengemudi becak motor (bentor) di Jogja. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) berharap Pemda DIY mengkaji ulang prototype becak listrik yang sudah diuji coba dan mempertimbangkan pengadaan bengkel becak listrik. Selain itu mereka menunggu adanya bantuan kredit oleh pemerintah untuk mendapatkan unit becak listrik.
Prototype becak listrik telah diuji coba oleh Dinas Perhubungan DIY dan pihak swasta. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardjo mengatakan ternyata power dari prototype becak listrik kurang kuat. Sehingga penggeraknya akan dimodifikasi ulang.
Advertisement
Ketua PBMY Parmin mengatakan masih banyak kelemahan dari prototype becak listrik yaitu ban yang terlalu kecil dan rem yang masih kurang kencang.
"Rem seharusnya tidak terbuat dari karet. Kemudian nanti bengkelnya bagaimana? Kalau becak motor biasa kan bengkelnya ada setiap satu meter, bengkel becak listrik juga harus dipikirkan," kata Parmin, Selasa (17/7/2018).
BACA JUGA
Parmin berharap pada penyempurnaan prototype selanjutnya, para pengemudi becak motor juga diajak untuk uji coba. Menurutnya yang mengetahui apakah becak listrik dapat dikatakan layak adalah pengendara becak motor yang akan menggunakannya. Lebih jauh, Parmin berharap pemerintah menyediakan bantuan kredit bank bagi pengendara becak motor.
"Satu becak listrik mungkin bisa sampai Rp16 juta. Cukup mahal. Harapannya nanti ada kredit dari pemerintah, kan dana pemerintah banyak," kata Parmin.
Sebelumnya Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi mengatakan nantinya becak listrik akan difasilitasi dengan legalitas surat. Setelah itu, Pemda DIY berencana membuat zonasi bagi pengendara becak listrik supaya beroperasi di tempat-tempat tertentu.
Menanggapi hal tersebut, Parmin mengatakan para pengendara becak motor siap berkoordinasi dengan Pemda DIY.
"Yang penting jangan sampai kebijakan baru merugikan kami sebagai rakyat kecil. Kalau bisa kami tetap boleh beroperasi di Malioboro karena dari dulu kami di situ," kata Parmin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polda Jateng Kawal Ketat 224 Destinasi Wisata Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
- Simpan Ini! Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 24 Maret 2026
- Jadwal KRL Keberangkatan dari Palur & Solo Balapan, Selasa 24 Maret
Advertisement
Advertisement





