Bintik Hitam Muncul di Usia 30? Kenali Hiperpigmentasi dan Solusinya
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
Suasana sarasehan bertajuk "Menggali Tuladha Pengamalan Pancasila" di aula Koperasi Gemah Ripah Pasar Induk Buah dan Sayur Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (20/7/2018)./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN-Para pedagang dan akademisi membahas bersama bagaimana nilai-nilai Pancasila selama ini dimaknai dan diamalkan dalam keseharian.
Kepala Pusat Studi Pancasila Heri Santoso yang juga dosen di Fakultas Filsafat UGM mengingatkan Pancasila tidak boleh hanya sekadar menjadi jarkoni atau hanya dihafalkan tetapi juga diamalkan.
"Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi sebagai manusia Indonesia, Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (21/7/2018).
Dia pun memberi tantangan kepada pedagang pasar, bagaimana sila persila dalam Pancasila diterjemahkan dalam bahasa Jawa. Para pedagang pun berebutan untuk menjawab. Pedagang yang dipilih dan berhasil menerjemahkan lima sila Pancasila dalam bahasa Jawa pun diberi hadiah.
Dalam sarasehan bertajuk "Menggali Tuladha Pengamalan Pancasila" yang digagas Panitia Bersama Bulan Pancasila 2018 itu, banyak juga warga dan pedagang yang bercerita soal lunturnya nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
Plt. Kepala BPIP Prof. Hariyono dalam sarasehan itu mengatakan negara melalui BPIP saat ini berfokus mendalami sistem ekonomi Pancasila. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk pengalaman Pancasila karena Indonesia masuk tatanan ekonomi global yang butuh kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak.
Terutama saat masyarakat harus menghadapi serbuan impor sebagai dampak pasar bebas. Adanya koperasi di pasar pasar tradisional bisa menjadi ladang pengamalan nilai Pancasila. Koperasi, katanya, harus terus diaktifkan untuk melindungi masyarakat.
"Koperasi itu soko guru praktek ekonomi Pancasila, harua ada kejujuran di situ, jangan jadi tempat memperkaya pengurus saja seperti masa lalu," ujarnya.
Mantan Rektor UII yang juga anggota Parampara Praja Edy Suandi Hamid dalam sarasehan itu mengatakan Ekonomi Pancasila relevan untuk diterapkan saat ini. "Ekonomi Pancasila harus dikembangkan betul karena menyemaikan sistem ekonomi yang berwatak kekeluargaan, bukan komersial seperti badan usaha lain baik BUMN maupun swasta," ujarnya.
Penggiat Gerakan Rakyat Cinta Pancasila (Gerak Pancasila) Widihasto Wasana Putra mengatakan peserta sarasehan mayoritas para pedagang pasar buah Gamping, pengurus dan anggota koperasi Gemah Ripah serta perwakilan masyarakat sekitar.
Sarasehan ini direncanakan dilaksanakan di setiap kabupaten kota se DIY. Panitia sengaja memilih lokasi penyelenggaraan di tengah-tengah masyarakat dengan harapannya semua pihak dapat langsung berinteraksi dengan dinamika sosial di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.