Prabowo Anugerahkan Bintang Adipurna kepada PM India Narendra Modi
Presiden Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM India Narendra Modi atas kontribusinya memperkuat hubungan kedua negara.
Ilustrasi kenaikan gelombang di Pantai Baron, Gunungkidul, DIY./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, JOGJA- Gelombang di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini masih dalam kategori tinggi sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat, khususnya nelayan.
Hal itu berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta.
"Gelombang laut masih kategori tinggi, antara 3 hingga 5 meter," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Sabtu (28/7/2018).
Joko mengatakan berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terakhir pada 27 Juli 2018 pukul 16.30 WIB masih terpantau badai tropis Jongdari dengan tekanan 965 hekto pascal (hPa) di belahan bumi utara yakni di Samudera Pasifik.
Badai tropis tersebut, kata dia, bergerak ke timur laut Filipina dengan kecepatan 22 kilometer (km) per jam.
Selain itu, lanjut dia, di belahan bumi selatan di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah barat Australia juga masih terpantau pusat tekanan udara tinggi dengan tekanan mencapai 1.024 hPa.
Kondisi tersebut, menurut Joko, menimbulkan perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi bagian utara dan selatan sehingga berdampak pada peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 35 km per jam dan peningkatan tinggi gelombang laut di pesisir selatan Yogyakarta.
Oleh sebab itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ia berharap para nelayan untuk sementara waktu agar tidak melaut.
"Kepada wisatawan dihimbau untuk tidak mandi di laut hingga tinggi gelombang laut kondusif kembali," kata dia.
Mengacu perkiraan BMKG Yogyakarta, tinggi gelombang di perairan selatan DIY Sabtu (28/7) tinggi gelombang pada kisaran 3,0 meter hingga 5,0 meter, selanjutnya pada Minggu (29/7) tinggi gelombang pada kisaran 3,5 meter hingga 5,0 meter, Senin (30/7) tinggi gelombang pada kisaran 3,0 meter hingga 5,0 meter dan Selasa (31/7) tinggi gelombang pada kisaran 2,0 meter hingga 3,0 meter.
Menurut Joko, perkiraan tersebut tidak menutup kemungkinan masih bisa berubah. Hingga saat ini, petugas di Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta terus melakukan pemantauan 24 jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM India Narendra Modi atas kontribusinya memperkuat hubungan kedua negara.
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
Sebanyak 3.680 mahasiswa UIN Jogja dilepas KKN 2026. BPJS Ketenagakerjaan beri jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
KPK mendalami dugaan pengumpulan uang dari 914 petani di Kuansing untuk pengurusan pelepasan kawasan hutan seluas 1.828 hektare.
Penelitian mengungkap kebiasaan scanning yang disebut menjadi salah satu kunci Lionel Messi tetap tajam di Piala Dunia 2026 pada usia 39 tahun.
Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia pada 2026. Kedekatan dengan alam dan gaya hidup sederhana disebut menjadi kuncinya.