Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Warung seafood semi permanen di tepi pantai Depok yang hancur diterjang gelombang tinggi pada Sabtu (8/11/2025). Sedikitnya enam sampai tujuh warung rata dengan tanah akibat insiden yang terjadi pada Jumat malam itu. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL–Gelombang pasang tinggi menerjang kawasan Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Jumat (7/11/2025) malam. Akibatnya, sejumlah rumah makan seafood dan warung semi permanen di tepi pantai hancur diterjang ombak besar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu pemilik rumah makan terdampak, Nunik, mengatakan bahwa ombak besar datang tiba-tiba dan menyapu area warung yang berada di tepi pantai. Sejumlah bangunan semi permanen pun rata dengan tanah.
“Untuk warung semi permanen ya habis semuanya. Kan dibangun di pinggir pantai,” ujar Nunik yang juga pemilik Rumah Makan Seafood Mbak Nunik, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, total ada sekitar enam hingga tujuh rumah makan seafood yang terdampak. Namun, kerusakan paling parah dialami Rumah Makan Seafood Sedyo Rukun milik Nakidi.
“Itu rumah makan seafood baru saja dibangun dan hancur dihantam gelombang pasang,” tambahnya.
Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45 Pantai Depok, Sutarlan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa berdagang di tepi pantai memang memiliki risiko besar ketika gelombang tinggi datang.
“Nah itu, yang jualan memang bisa dapat banyak uang, tapi resikonya juga tinggi. Kalau gelombang besar datang ya hancur tempat usahanya,” kata Sutarlan.
Ia mengaku pihak koperasi sebenarnya sudah berulang kali mengingatkan para pedagang agar tidak membangun warung terlalu dekat dengan bibir pantai. Namun, peringatan itu kerap diabaikan.
“Ya sudah resiko, kami sudah ingatkan tidak jualan di tepi pantai tapi ya diabaikan,” ujarnya.
Sutarlan menambahkan, sejauh ini tidak ada pemilik rumah makan yang meminta bantuan pemerintah untuk membangun kembali tempat usaha mereka.
“Mereka kan jualan sudah dapat ratusan juta bahkan miliaran. Kalau berkeluh kesah ya diketawain orang banyak,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.