Bantuan Modal UMKM di Bantul Diperluas, Fokus Warga Miskin Ekstrem
Pemkab Bantul akan memperluas bantuan modal UMKM Rp2 juta bagi warga desil 1, 2, dan 3 untuk menekan kemiskinan ekstrem.
Pekerja merapikan produk interior rumah yang dijual di sentra perajin gerabah Kasongan, Bantul, Sabtu (8/11/2025). DKUKMPP setempat menyebut tren pasar yang berubah membuat perajin di lokasi tersebut banyak yang beralih memproduksi kerajinan home decor. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul menyatakan, Industri kecil menengah (IKM) di sentra perajin gerabah Kasongan tengah menghadapi perubahan tren pasar yang signifikan sejak beberapa waktu belakangan.
Produk gerabah yang selama ini menjadi ikon daerah itu kini mulai ditinggalkan sebagian perajin. Mereka beralih ke produksi pernak-pernik interior rumah berbahan teraso, kayu dan bambu yang tengah naik daun di pasar ekspor.
Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Bantul, Tunik Wusri Arliani mengatakan perubahan tren ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika pasar, terutama bagi pelaku IKM dengan skala kecil dan menengah.
“Permintaan pasar itu naik turun, nggak stabil. Sekarang tren gerabah turun, bergeser ke interior rumah. Banyak perajin di Kasongan yang beralih ke produk dekorasi rumah, termasuk untuk ekspor,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).
Menurut Tunik, tren produk IKM sangat dipengaruhi oleh permintaan luar negeri. Beberapa waktu lalu, permintaan produk interior rumah memang meningkat tajam karena diminati pasar Eropa, termasuk Prancis. Namun, tren semacam ini bisa berubah sewaktu-waktu.
“Tren itu seperti mode pakaian, bisa berulang. Sekarang mungkin gerabah turun, tapi ke depan bisa naik lagi. Yang penting perajin tangguh bisa bertahan menghadapi perubahan,” katanya.
Ia menyebut, tantangan terbesar di lapangan adalah kemampuan perajin kecil beradaptasi dengan selera pasar. Karena itu, peran pemerintah lebih difokuskan untuk menjaga daya tahan mereka, antara lain lewat fasilitasi pameran dan pelatihan.
Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha menyebut pemerintah tidak bisa sepenuhnya menopang perajin untuk bertahan dengan fenomena industri dan selera pasar. Keterbatasan anggaran membuat pihaknya mendorong kolaborasi dengan lembaga lain, baik swasta maupun komunitas.
“Kami berupaya agar perajin IKM tidak bergantung penuh pada pemerintah. Sekarang kami juga gandeng pihak lain, karena anggaran daerah tidak cukup untuk menjangkau semua sentra,” ucapnya.
Prapta menambahkan, meski tren gerabah menurun, peluang ekspor untuk produk interior rumah justru meningkat. Fenomena ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa perajin Bantul cukup adaptif mengikuti arah pasar global.
“Permintaannya lumayan tinggi, terutama untuk ekspor. Ini menunjukkan perajin Bantul bisa membaca tren dengan baik,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul akan memperluas bantuan modal UMKM Rp2 juta bagi warga desil 1, 2, dan 3 untuk menekan kemiskinan ekstrem.
Rio de Janeiro terpilih jadi tuan rumah peluncuran MotoGP 2027 di Pantai Botafogo, 21 Februari. Seluruh tim dan pembalap hadir, sambut era mesin 850cc.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta