Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Suasana di depan Yogyakarta International School (YIS), Sinduadi, Mlati, (31/7/2018). /Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, SLEMAN- Orang tua siswa Yogyakarta Independent School (YIS) melaporkan dugaan penggelapan uang sekolah ke Polda DIY.
Salah satu orang tua murid YIS, Erika mengaku telah membuat laporan ke Polda DIY atas adanya dugaan penggelapan uang sekolah pada 26 Januari 2018 lalu. Menurutnya dugaan penggelapan ini didasari ada sejumlah kejanggalan yang dilakukan sekolah.
Misalnya tidak adanya Komite Sekolah yang sebenarnya bertujuan untuk mengawasi kegiatan sekolah. Termasuk pengelolaan keuangan yang harus dipaparkan melalui Komite Sekolah.
Selain itu Erika menilai ada kemunduran fasilitas yang diberikan sekolah berlabel internasional yang terletak di Desa Sinduadi, Mlati tersebut. Misalnya guru lokal jauh lebih banyak daripada guru asing. Ditambah lagi beberapa waktu lalu kepala sekolah dan guru berhenti mengajar tanpa alasan yang jelas.
Bahkan pihak sekolah juga diduga melakukan pemalsuan nilai untuk mata pelajaran Agama dan PPKn. Dua mata pelajaran tersebut harusnya wajib diberikan ke siswa tapi tidak diadakan. Namun ada nilai tersebut di ijazah. Selain itu ijazah kelulusan juga diberikan cukup lama. Anak Erika masuk YIS sejak 2013 dan sekarang sudah berada di Kelas IX.
”Anak saya sudah lulus sejak 2016 tapi ijazah baru keluar tahun ini. Setelah pertemuan ini pihak Dinas akan menerjunkan tim investigasi dan kami akan terus memantau perkembangannya,” ujar Erika, Rabu (1/8/2018).
Kuasa hukum Erika, Dimpos Sitompul mengatakan, kliennya sudah membuat laporan resmi ke Polda DIY karena pihak sekolah dinilai tidak transparan dalam mengelola uang yang disetorkan para orangtua siswa. Padahal kliennya sudah menyetorkan rata-rata Rp120 juta pertahun sejak 2013.
”Kalau yang lapor resmi ke Polda baru satu orang. Tapi yang keberatan karena tidak adanya transparasi keuangan banyak, lebih dari 20 orang tua murid,” katanya.
Saat orang tua murid mencoba meminta infomasi laporan keuangan, pihak sekolah mengaku sudah melakukan audit internal. Namun demikian hasil audit tidak disampaikan kepada orang tua.
Sampai berita ini diturunkan Harian Jogja telah mencoba mengkonfirmasi ke sekolah langsung, namun tidak ada tanggapan. Satpam yang berjaga di gerbang tidak memperbolehkan awak media masuk untuk meminta keterangan kepada pihak sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.