Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL -- Pencairan dana desa di Kabupaten Bantul mencapai 60%. Dari total alokasi Rp79 miliar sudah dicairkan sebesar Rp47,4 miliar. Pemkab Bantul menargetkan di akhir Agustus sudah bisa mencairkan sisa dana yang diberikan di tahun ini.
Kepala Sub Bagian Pengelolaan Keuangan Desa, Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Sekretariat Daerah Bantul Supriyanta mengakui saat ini sudah memasuki proses pencairan dana desa tahap ketiga. Meski demikian, di Bantul belum bisa dilakukan karena belum memenuhi syarat pencairan.
“Sudah ada lima desa yang mengurus pencairan di tahap ketiga, tetapi belum bisa dilakukan karena sisa dana sekitar Rp31 miliar belum ditransfer ke kas daerah,” kata Supri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/8/2018).
Menurut dia, untuk pencairan termin ketiga, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya, desa harus menyerahkan laporan penggunaan dana desa di termin pertama dan kedua. “Pelaporan juga tidak bisa asal karena harus ada ketentuan pencairan sebanyak 75 persen dan capaian output fisik sebesar 50 persen. Jika ini belum terpenuhi maka dana belum bisa dicairkan,” katanya.
Untuk termin ketiga, Pemkab sudah menetapkan target pencairan di akhir bulan. Guna memenuhi target ini, ia meminta partisipasi dari desa untuk segera melengkapi persyaratan yang ada untuk pencairan. “Kami sudah kumpulkan perwakilan dari 75 desa dan diminta segera menyelesaikan laporan sehingga proses pencairan termin ketiga bisa segera terlaksana,” ujarnya.
Ditambahkan Supri, untuk realisasi pencairan dana desa sudah mencapai 60%. Hal ini sesuai dengan transfer dana yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. “Kalau untuk serapan di masing-masing desa, kami harus melihat laporan. Yang jelas, serapan antara satu desa dengan desa yang lain tidak sama,” ujar dia.
Sekretaris Desa Mangungan, Kecamatan Dlingo, Dwi Eko Susanto mengatakan tahun ini mendapatkan kucuran dana desa sekitar Rp1 miliar. Recananya dana tersebut yang 80% digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan sisanya 20% untuk pemberdayaan masyarakat.
“Kalau yang dicairkan sampai sekarang sudah mencapai Rp600 juta dan masih ada sekitar Rp400 juta yang belum diambil karena pencairan dilaksanakan di termin ketiga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.