24 Kampus Sepakat Sinergi Bela Negara

Ratusan mahasiswa dan dosen berfoto bersama seusai pembukaan JOBN 2018 di UPN Veteran Yogyakarta, Jumat (3/8/2018). - Harian Jogja/Sunartono
05 Agustus 2018 17:10 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak 24 kampus dari berbagai provinsi di Indonesia menyatakan kesepakatan melalui deklarasi Sinergi Kampus Bela Negara Indonesia (SKBNI) di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Sabtu (4/8/2018). Kesepakatan itu dibubuhkan melalui penandatanganan bersama untuk melakukan berbagai program bela negara di setiap kampus mereka.

Pengarah Program SKBNI UPN Veteran Yogyakarta Profesor Danisworo menjelaskan dalam pertemuan itu dihadiri para dosen dan pimpinan perguruan tinggi 24 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia.

UPN sepakat untuk melaksanakan program SKBNI dalam upaya membela negara dengan caranya masing-masing. Ia mengatakan konteks bela negara yang dimaksud bukan untuk melaksanakan kegiatan kemiliteran, tetapi melaksanakan bela negara sesuai keahlian masing-masing.

"Misal ahli pertanian, bagaimana berupaya memberikan sumbangsih dalam menjaga ketahanan pangan di negara kita. Kemudian ahli geologi, tambang, bagaimana berkontribusi terhadap ketahanan energi atau mineral di Indonesia, tidak selalu harus militeristik untuk bela negara," katanya, Sabtu (4/8/2018).

Alasan melakukan sinergi bela negara itu antara lain, karena pengelolaan tatanan negara yang kadang tidak cerdas dan bijak sehingga menimbulkan lunturnya semangat kebersamaan dan kerukunan, merosotnya solidaritas kerawanan hingga menimbulkan disintegrasi bangsa yang berdampak pada menurunnya harga diri dan kewibawaan NKRI. Di sisi lain, keragaman dan perbedaan yang dimiliki Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa, adat istiadat dan agama, sangat berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan Bangsa Indonesia.

Danisworo menambahkan tujuan deklarasi itu antara lain, mendorong PTN dan PTS di Indonesia agar menjadi kawah candradimuka bagi calon intelektual, generasi penerus berkualitas dan pemimpin bangsa yang sanggup menjadi penangkal segala bentuk ancaman NKRI. Serta melaksanakan penanaman dan pengembangan nilai bela negara di perguruan tinggi.

"Pertemuan ini sebagai korek api, nanti apinya [semangat bela negara] agar berkembang pada setiap perguruan tinggi lain. Ini sudah mulai banyak pengikutnya," katanya.

Guru Besar Fakultas Teknologi Mineral UPN ini menyatakan, penerapan bela negara di kampus bisa dilakukan dari hal kecil seperti penerapan aturan serta meningkatkan prestasi mahasiswa. Seluruh komponen di internal kampus harus didorong untuk mematuhi aturan yang sudah disepakati dengan saling mengingatkan.

"Misalnya di suatu kawasan akan ketentuan dilarang merokok, kalau ternyata ada yang tetap merokok harus diingatkan," ujarnya.