Dari Tebing Breksi ke Panti, Touring JNE-FJ2 2026 Penuh Aksi Sosial
Touring JNE bersama jurnalis Jogja di Gunungkidul tak sekadar perjalanan, tapi juga aksi sosial dan dukung UMKM lokal.
Kebakaran lahan di Dusun Tlogoplelo, Hargomulyo, Kokap Kulonprogo Kamis (2/8/2018)./Ist-Polsek Kokap
Harianjogja.com, JOGJA-Kebakaran hutan atau lahan harus diwaspadai masyarakat. BPBD DIY mencatat potensi kebakaran hutan lebih besar terjadi di Gunungkidul dan Kulonprogo.
Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantara mengatakan dilihat dari banyaknya luasan hutan baik di Gunungkidul maupun Kulonprogo potensi kebakaran hutan sangat mungkin terjadi di dua lokasi tersebut. "Apalagi dalam musim kemarau seperti ini," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (4/8/2018).
BPBD DIY mencatat selama Mei-Juni tahun ini saja terjadi enam kebakaran hutan/lahan di wilayah DIY. Jumlah tersebut belum termasuk kebakaran bangunan yang tercatat 15 kejadian (Mei) dan 21 kejadian (Juni). Data tersebut belum termasuk kejadian selama Juli hingga Agustus ini.
Berdasarkan data kasus kebakaran hutan/lahan selama tiga bulan terakhir jumlahnya mengalami peningkatan. Jika Mei kebakaran hutan/lahan terjadi dua kasus maka pada Juni jumlahnya meningkat menjadi empat kasus. "Kejadian kebakaran hutan/lahan naik menjadi empat kejadian dari dua kejadian. Ini harus menjadi perhatian bersama," katanya.
Dari total kejadian tersebut, kejadian kebakaran bangunan merupakan kejadian paling banyak pada bulan Juni 2018. Tercatat 15 kejadian kebakaran bangunan dengan rincian Kabupaten Sleman (10 kejadian), Kulonprogo (dua kejadian), Jogja, Gunungkidul dan Bantul masing-masing satu kejadian.
Sementara kasus kebakaran di DIY selama Mei dari 21 kejadian. Rinciannya lima kejadian di Bantul, dua kejadian (Gunungkidul), dua kejadian (Kulonprogo), delapan kejadian (Sleman), dan empat kejadian di Jogja.
"Sedangkan kebakaran lahan kosong terjadi di Sleman dan Jogja masing-masing satu kejadian," katanya.
Dia mengatakan penyebab kebakaran pembakaran sampah dan puntung rokok. Apalagi saat ini tidak sedikit hutan yang menjadi lokasi wisata. Untuk mengantisipasi kebakaran lahan atau hutan, dia meminta agar warga tidak membakar sampah di sekitar hutan atau membuka lahan dengan cara membakar.
Bagi mereka yang perokok, tentu harus bisa memastikan abu rokok harus benar benar padam. Bukan tidak mungkin, kebakaran bisa terjadi dari hal sepele.
"Oleh karenanya butuh kesadaran agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena bisa memicu terjadinya percikan api," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Touring JNE bersama jurnalis Jogja di Gunungkidul tak sekadar perjalanan, tapi juga aksi sosial dan dukung UMKM lokal.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.