Jembatan Jonge Diperbaiki, Jadi Prioritas Infrastruktur di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Anggota DPR/MPR RI Gandung Pardiman saat memberikan sambutan dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di Desa Karangtengah, Imgogiri, Minggu (9/9/2018)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Generasi muda di Bantul diajak untuk mengimplementasi Pancasilla secara nyata dan bukan sekadar ucapan. Hal ini disampaikan anggota DPR/MPR Gandung Pardiman saat menghadiri sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Karangtengah, Imogiri, Minggu (9/9/2018).
“Itulah kenapa di dalam sosialisasi menghadirkan perwakilan karang taruna dan organisasi kepemudaan di masyarakat karena merekalah yang akan memimpin bangsa pada masa mendatang. Dengan mengimplementasikan secara nyata maka keutuhan bangsa tetap bisa dijaga,” kata Gandung kepada wartawan, Minggu kemarin.
Menurut dia, di dalam sosialisasi tidak hanya diucapkan, tetapi juga harus diimplementasikan. Oleh karena itu, di kesempatan lain akan mengajak kerja nyata kepada generasi muda dalam mengamalkan sila dalam Pancasila. “Pancasila bukan hanya omelan [diucapkan], tetapi harus diamalkan,” ucap dia.
Gandung menjelaskan untuk amalan dalam Pancasila bisa dilakukan dengan berbagai hal. Sebagai contoh, untuk sila pertama bisa diwujudkan untuk menghargai dan menghormati keyakinan beragama setiap warga negara.
“Ini baru satu contoh, tetapi nanti kami juga akan mengajak generasi muda terjun ke masyarakat untuk mengamalkan sila Pancasila yang lain. Seperti contoh menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan,” kata dia.
Di kesempatan ini, Gandung juga berharap agar generasi muda tidak mudah terpengaruh isu yang berkembang. Menurut dia, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun yang terpenting, perbedaan tersebut disikapi dengan bijak dan tidak malah saling mencaci satu sama lain.
“Pancasila juga mengajarkan pengendalian diri. Jadi kalau tidak bisa mengendalikan diri, maka belum bisa mengimplementasikan Pancasila dengan baik dan benar,” katanya lagi.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu, DPD Golkar DIY, John S Keban. Menurut dia, dewasa ini banyak gerakan-gerakan yang ingin merongrong Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karena itu, sosialisasi terhadap empat pilar kebangsaan ini sangat penting. Terlebih lagi, kekuatan Pancasila semakin hari semakin mengalami perapuhan karena rongrongan ideologi lain. “Pancasila adalah pemersatu bangsa sehingga harus dijaga,” katanya.
Keban mengungkapkan upaya penguatan Pancasila harus dilakukan. Salah satunya dengan sosialisasi pemaknaan kontekstual Pancasila ke berbagai lapisan masyarakat melalui pendekatan dan metode baru sehingga dapat diterima dengan baik.
“Harus ada inovasi sehingga pola-pola indoktrinasi dan regimentasi pada masa Orde Baru tidak digunakan lagi sehingga masyarakat bisa menerima dengan baik sehingga dapat mengimplementasikannya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.