Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang pekerja Hotel Quality atas nama Sri Haryari melaporkan General Manager (GM) Hotel Quality ke Polda DIY atas tindakan pemberangusan serikat pekerja yang dialaminya. Sebelumnya Sri Haryari mengaku dikrimanalisasi oleh pihak GM Hotel Quality ke Polres Sleman atas tuduhan pencemaran nama baik.
Sri Haryari mengatakan laporan tindakan pemberangusan serikat pekerja yang ia alami sudah disampaikan ke Polda DIY dan pihaknya menunggu perkembangan selanjutnya. Kasus tersebut bermula dari kriminalisasi yang menimpa Sri Haryari karena dianggap mencemarkan nama baik perusahaan.
"Awalnya saya dilaporkan karena pencemaran nama baik, waktu itu saya menyebut GM Quality Hotel pengecut, lalu malah saya dilaporkan atas pencemaran nama baik," katanya pada Senin (10/9/2018).
Sri Haryari mengaku, saat itu, ia mengatakan demikian di ballroom hotel, yang malah tidak terlihat ada GM Hotel Quality di ruangan itu. "Hanya ngedumel itu, dan di sana tidak hanya saya yang bilang itu [pengecut], tapi hanya saya saja yang dilaporkan," jelasnya.
Ia menganggap posisinya sebagai ketua serikat pekerja di perusahaan membuat ia dibidik untuk dikriminalisasi. Sebelumnya pun ia banyak dimutasi ke beberapa posisi yang ia anggap tidak fair. "Dari laundry ke kebun, lalu ke kolam, kalau kebutuhan perusahaan ya enggak apa-apa, tapi ini tidak fair," ujarnya.
Meski ia masih bertahan sebagai karyawan, namun gaji yang ia terima tiap bulannya dipotong oleh pihak perusahaan. Sebelumnya ia juga melaporkan kasus tersebut ke pihak terkait seperti Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman. "Ketika saya lapor ke Disnaker, malah saya dikriminalisasi," kata Sri Haryari.
Sri Haryari melaporkan kasusnya ke Polda DIY didampingi kuasa hukum juga beberapa aktivis serikat buruh. Kuasa hukum Sri Haryari, Ahmad Mustaqim mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Polda DIY setelah laporan diterima.
"Karena karyawan dilaporkan pencemaran nama baik, maka kami melaporkan baik ke Polda DIY," ujar Mustaqim pada Senin (10/9/2018). Menurut Mustaqim, langkah kriminalisasi yang dilakukan oleh GM Hotel Quality merupakan ranah ketenagakerjaan, namun yang dibidik secara pribadi, maka menurutnya itu sudah masuk ranah pemberangusan serikat, mengingat juga posisi Sri Haryari yang juga sebagai ketua serikat.
Sementara itu, GM Hotel Quality Adepina Parniti Meliana mengaku belum mendengar informasi terkait dilaporkannya dirinya ke Polda DIY. "Saya belum tahu informasi itu, belum ada komentar," ujarnya pada Selasa (11/9/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.
Tribute to Erros Djarot di Java Jazz Festival 2026 menghadirkan musisi lintas generasi yang membawakan karya-karya legendaris sang maestro.