Ini Penyebab Jogja Jadi Daerah Paling Rawan Kedua se-Nasional saat Pemilu

Ilustrasi Pemilu - JIBI
28 September 2018 09:50 WIB Irwan A Syambudi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019 di DIY menjadi yang tertinggi kedua se-nasional. Mobilitas penduduk dan potensi gangguan keamanan menjadi faktor penyebabnya.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu DIY, M. Amir Nashiruddin mengatakan dimensi data pemilih tetap (DPT) menjadi paling dominan yang menjadikan IKP DIY mencapai angka 52,14. 

"DPT ini membuat kerawanan tinggi karena di DIY penduduknya memiliki mobilitas yang tinggi. Banyak jumlah pemilih yang tidak dapat menunaikan pemilihan secara penuh karena banyak mahasiswa," kata dia.

Status mahasiswa yang mayoritas berasal dari luar daerah ini berpotensi menjadi gangguan saat pemilu. Pasalnya berdasarkan pemilu sebelumnya jarang sekali mahasiwa yang mau mengurus data kepindahan pemilih. Di sisi lain, para mahasiswa juga ada yang protes untuk tetap menggunakan hak pilih tanpa mengurus data kepindahan pemilih.

"Kalau tidak diantisipasi ini akan menjadi gangguan karena jumlah mahasiswa ada 350.000 lebih," kata Amir.

Selain perihal DPT, penyebab tingginya IKP DIY adalah potensi gangguan keamanan dan kampanye. Gangguan keamanan ini berpotensi menimbulkan kerawanan, karena jika dilihat dari pelaksanaan pilwalkot lalu terdapat insiden kerusuhan oleh para pendukung.

"Kemanan yang menjadi itu adanya bentrokan yang terjadi antar pendukung di pilwakot dan juga pemilu sebelumnya," ujarnya.

Dengan angka IKP yang tinggi ini pihaknya pun langsung melakukan upaya menurunkan kerawanan. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan koordinasi intens dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dengan DPT.

Sementara itu, terkait keamanan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepolisian dan KPU. Termasuk dalam hal pengaturan kampanye agar tidak terjadi gangguan keamanan.