Advertisement
Janji Pemerintah, Nelayan Gunungkidul Beralih ke Gas Tinggal Wacana
Nelayan melabuhkan kapalnya di Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, DIY. - Bisnis Indonesia/Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Program migrasi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas bagi nelayan di pesisir selatan Gunungkidul masih sebatas wacana. Pasalnya, sejak disosialisasikan dua tahun yang lalu, hingga sekarang program tresebut belum ada realisasinya.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Sugeng Rahardjo mengatakan, program bantuan konveter kit bagi nelayan masih belum ada tindak lanjutnya. Menurut dia, pelaksanaan masih sebatas sosialisasi sedang rencana kapan akan diberikan bantuan belum ada kejelasan hingga sekarang.
Advertisement
“Sosialisasinya sudah dua tahun yang lalu, tapi bantuan alat konversi dari BBM ke gas juga belum diberikan ke nelayan,” katanya kepada wartawan, Jumat (19/10/2018).
Menurut dia, bantuan konverter kit merupakan program dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral untuk menekan biaya operasional nelayan pada saat melaut. Di dalam perencanaan, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul membantu dalam program pendataan. Hasil dari pendataan ada sekitar 300 nelayan yang akan dapat alat konverter kit. “Untuk kapan pasti pemberian bantuan tidak tahu karena kami [dinas kelautan dan perikanan] tidak menangani langsung,” katanya.
BACA JUGA
Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan membenarkan adanya sosialisasi program konversi gas untuk nelayan. Hanya saja, sambung dia, kegiatan tersebut masih di tahap awal karena masih sebatas sosialisasi program. “Informasinya akan diberikan tahun ini, tapi hingga pertengahan Oktober ini belum ada realisasinya,” kata Sarpan saat dihubungi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Remaja di Bantul Tewas Dikeroyok, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
Advertisement
Advertisement








