Deklarasi Cinta Budaya,Pelajar DIY Satukan Diri

Deklarasi cinta budaya di SMAN 1 Pakem, Sleman, Rabu (24/10/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
24 Oktober 2018 22:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Mempererat rasa kebersamaan, cinta budaya, serta menyongsong sumpah pemuda, pelajar SMA di Sleman mendeklarasikan cinta budaya di SMAN 1 Pakem, Sleman, Rabu (24/10/2018).

GKR Hemas yang hadir dalam deklarasi tersebut mengharapkan dengan adanya deklarasi seluruh SMA di Sleman, para pelajar sadar dan tahu persis keistimewaan DIY.

"Saya juga berharap apa yang dideklarasikan ini harus diimplementasikan tidak sekadar deklarasi. Menyatukan siswa dan murid untuk belajar dengan baik dan memahami tradisi DIY," kata GKR Hemas, di sela-sela deklarasi cinta budaya di SMAN 1 Pakem, Sleman, Rabu (24/10/2018).

Ia berharap generasi istimewa yang sekarang ini masih perlu pengawasan masing-masing sekolah. Sekolah harus tahu persis mempertahankan budaya DIY juga mempertahankan budaya bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengharapkan deklarasi ini bisa menjadi sarana atau wadah menyatukan diri dan harus punya prestasi tinggi.

"Jika sebelumya masing-masing masih merasa paling hebat, dengan deklarasi ini tidak ada lagi. Salah satunya juga menghilangkan klithih," katanya.
Sebagai momentum jelang sumpah pemuda juga diharapkan para siswa dapat menyatukan diri baik dari sisi budaya, kebiasaan, dan perilaku.

Kepala SMAN 1 Pakem Kristya Mintarja mengungkapkan kegiatan ini sebagai momentum menyongsong sumpah pemuda.

"Menyongsong 90 tahun sumpah pemuda, dengan semangat sumpah pemuda kita bangun karakter pemuda dan pelajar membangun kejayaan dan kemakmuran bangsa di masa yang akan datang," ujarnya.

Selain itu diharapkan pula dapat membebaskan pelajar dari sikap dan perilaku yang menyimpang dengan mengganti sikap dan perilaku positif dan produktif. Isi deklarasi, pertama, senantiasa menjadikan Pancasila, UUD 1945 sebagai dasar berpikir, berkata dan berperilaku. Kedua, menjunjung tinggi persahabatan, toleransi dan nilai-nilai sumpah pemuda dalam bhineka tunggal ika. Ketiga, menjadikan budaya Jogja sebagai jati diri peserta didik dalam bingkai NKRI.