Gara-Gara Kemarau, Ukuran Buah Manggis Menoreh Tak Maksimal

Seorang petani menunjukkan manggis hasil panen, Jumat (26/10/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
26 Oktober 2018 22:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Panen raya buah manggis mulai dilakukan petani di wilayah Perbukitan Menoreh, tepatnya di Dusun Sekendal, Desa Hargotirto, Kecamaran Kokap. Sayangnya, hasil panen tahun ini tak bisa maksimal, karena buah manggis hanya berukuran kecil. Petani menduga hal itu dikarenakan musim kemarau.

Seorang petani manggis, Suparmin, menuturkan ia tetap bersyukur atas hasil panen kali ini meski ukuran manggis lebih kecil. Selain berukuran kecil, tanaman miliknya yang biasanya mampu menghasilkan lima hingga enam kuintal manggis, kali ini hanya panen sekitar tiga sampai empat kuintal saja.

Dibantu anaknya, ia memanen manggis dengan cara sederhana, memanjat pohon dan mengambil manggis dengan bantuan galah bambu dan ember untuk menampung manggis.

Suparmin mengungkapkan pada musim panen manggis menjadi salah satu buah yang kerap diincar oleh konsumennya. Harga buah manggis tergantung ukurannya. Ia menjual manggis hasil panen Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Menurutnya, pengepul manggis datang dari berbagai daerah. Bahkan sejumlah pembeli datang langsung ke kebun miliknya untuk membeli manggis sembari mencicipi manggis. "Tidak pernah sepi. Sebagian besar konsumen memilih membeli buah milik para petani di desa ini karena masih segar. Kualitas buah juga bagus dan manis," ujarnya saat ditemui Jumat (26/10).

Seorang pembeli manggis, Murni, menjelaskan buah bernama latin Gracinia mongostana ini bukan hanya enak dimakan, tetapi juga memiliki banyak manfaat. Kandungan vitamin C dan E bisa menjaga kesehatan tubuh. "Misalnya mencegah kanker, jamur, obat batu ginjal, menurunkan kadar kolesterol, serta menjaga kecantikan," ujarnya.